Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Update Pembangunan Tol Jogja-Solo! Sambungkan Proyek Antar Dua Kalurahan Kontraktor Mulai Lakukan Penimbunan, Berikut Target Selesainya

Iwan Nurwanto • Senin, 15 Januari 2024 | 22:08 WIB
STRUKTUR: : Suasana konstruksi box culvert dan box jalan dalam proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2. (Dok PT Adhi Karya)
STRUKTUR: : Suasana konstruksi box culvert dan box jalan dalam proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2. (Dok PT Adhi Karya)

SLEMAN - Proyek pembangunan Tol Jogja-Solo Paket 2.2 masih terus berlanjut hingga saat ini. Terbaru, pelaksana proyek mulai melakukan penimbunan.

Ini agar kemudian proyek di dua desa yang dilewati tol dapat tersambung.


Humas PT Adhi Karya Pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Agung Murhandjanto mengatakan, pihaknya sampai saat ini masih melakukan pemadatan dan penimbunan material.

Upaya itu dilakukan, agar proyek yang pembangunan tol yang berada di kalurahan Tlogoadi dengan Tirtoadi dapat tersambung.


Agung mengungkapkan, pengerjaan pemadatan dan penimbunan itu ditarget bisa selesai dua bulan atau pada Maret mendatang.

Adapun jumlah total timbunan yang harus dipadatkan oleh pelaksana proyek mencapai 30 ribu kubik material.


“Setelah pemadatan dan penimbunan selesai, nantinya kalurahan Tirtoadi dan Tlogoadi bisa tersambung tol,” ujar Agung kepada Radar Jogja, Senin (15/1).


Selain melakukan pemadatan dan penimbunan, pelaksana proyek kini juga tengah memasang box culvert dan box jalan yang totalnya berjumlah 20 titik.

Hingga awal tahun ini, pelaksana proyek sudah memasang 13 titik.


Agung mengungkapkan, box jalan dan box culvert itu bakal terpasang di dua desa. Yakni di kalurahan Tirtoadi dan Tlogoadi.

Proyek pemasangan box tersebut, juga ditarget bisa selesai pada bulan Maret mendatang.


“Box culvert dan box jalan yang direncanakan ada 20 titik, sudah terbangun 13 kurang 7 lagi,” bebernya.


Dia menyebut, secara garis proyek pembangunan Tol Jogja-Solo persentasenya sudah mencapai 21 persen.

Selain itu, ditarget dapat selesai dan beroperasinya pada akhir tahun mendatang.


Agung mengaku, pihaknya juga akan bertemu dengan pemerintah kalurahan untuk membahas terkait pemindahan makam Kyai Kromo Ijoyo atau akrab disebut sebagai situs Mbah Celeng.

Dalam rapat itu nantinya akan diputuskan yang melakukan pemindahan apakah desa, pihak toal, atau pemerintah kalurahan.


“Nanti baru mau dirembug (dibahas),” ungkap Agung.


Sebelumnya, Lurah Tirtoadi Mardiharto menyampaikan, lahan relokasi makam Kyai Kromo Ijoyo disiapkan tidak jauh dari lokasi makam saat ini.

Jaraknya sekitar 150 meter dari lokasi lama dan memiliki luas sekitar 200 meter. Serta menggunakan tanah milik Kasultanan Ngayogyakarta.


Menurut Mardiharto, rencana terkait pemindahan makam Kyai Kromo Ijoyo sampai saat ini masih terus berproses.

Disebutnya, kalurahan masih menunggu perizinan penggunaan lahan dari dari Kraton Jogja yang sebelumnya telah diajukan.


Dia melanjutkan, bahwa pihaknya juga masih belum tahu siapa yang akan melakukan relokasi terhadap makam yang kerap disebut Situs Mbah Celeng tersebut.

Apakah nantinya dilakukan pemerintah kalurahan, kontraktor, atau dari pihak tol.


“Apabila UGR (apraisal) diserahkan kepada warga atau ahli waris, maka nantinya pemerintah kalurahan yang melakukan pemindahan,” terang Mardiharto. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#pelaksana proyek #tol jogja-solo