SLEMAN - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani sudah mulai beroperasi sejak awal tahun lalu. Hanya saja, selama operasionalnya, instansi terkait mengakui sempat ada kendala.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, kendala yang dihadapi pihaknya adalah masalah kelistrikan.
Selama beroperasi, beberapa kali dia menerima laporan kalau listrik di TPST sering jeglek atau listrik mati dengan sendirinya.
Menurut Epiphana, penyebab listrik jeglek itu kemungkinan karena adanya kesalahan perhitungan antara kemampuan listrik TPST Tamanmartani dengan kebutuhan daya mesin pengolah sampah.
Sehingga, listrik pun beberapa kali tidak kuat untuk menggerakkan mesin.
“Mungkin di awal kami yang ada kesalahan, namun sekarang sudah diperbaiki. Saya belum menerima laporan jeglek lagi,” ujar Epiphana, Minggu (14/1).
Dia melanjutkan, bahwa semenjak resmi beroperasi pada awal tahun lalu, TPST Tamanmartani sudah mampu mengolah sampah menjadi refuse derived fuel (RDF) sebanyak 20 ton atau sekitar empat truk per hari.
Adapun waktu operasional per harinya mencapai enam sampai delapan jam.
Sebagaimana diketahui, RDF merupakan salah satu cara mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Dalam prosesnya, Pemkab Sleman bekerjasama dengan salah satu pabrik di Cilacap, Jawa Tengah.
“Kemungkinan setelah tanggal 20 Januari kami siap mengirim. Nanti yang me-launching (mengawali pengiriman RDF ke Cilacap) pak Gubernur,” ungkap Epiphana.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, keberadaan TPST Tamanmartani sangat penting karena menjadi solusi penanganan sampah di kabupaten Sleman.
Dia pun berharap, dengan sudah beroperasinya TPST tersebut dapat meningkatkan sarana pengolahan sampah.
Selain itu, lanjut Kustini, TPST Tamanmartani juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus kepatuhan masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya.
Selain itu, mengoptimalkan upaya pemerintah dalam menanggulangi permasalahan sampah di kabupaten Sleman.
“TPST Tamanmartani merupakan salah satu komitmen kami untuk mengelola sampah secara sempurna,” tegas Kustini beberapa waktu lalu. (inu)