SLEMAN - Teramati 20 kali guguran lava ke arah barat daya (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.
Demikian Volcanic Activity Report Gunung Merapi pada hari Rabu 10 Januari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Laporan tersebut juga menyebutkan Gunung Merapi bercuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup lemah ke arah utara, timur, dan barat.
Suhu udara 18.3-25.6 °C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 871.3-918.5 mmHg.
Volume curah hujan 19 mm per hari.
Secara visual, Gunung Merapi terlihat jelas.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 15 meter di atas puncak kawah.
Terdengar 2 kali suara guguran terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas suara kecil.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,'' tutup laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin