Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kabupaten Sleman Tetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Hingga Akhir Februari, Ini Yang Ditekankan!

Iwan Nurwanto • Rabu, 10 Januari 2024 | 21:03 WIB
SIAGA: Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan. (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
SIAGA: Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan. (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman memastikan status siaga darurat bencana hidrometeorologi berlangsung hingga akhir bulan Februari mendatang.

Masyarakat pun dihimbau untuk mewaspadai berbagai potensi bencana yang akan dihadapi.


Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan mengatakan, status siaga darurat bencana hidrometeorologi ditetapkan dari tanggal 1 Desember 2023 hingga 28 Februari 2024.

Selama masa itu, pemerintah akan mewaspadai berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Baik itu hidrometeorologi basah maupun kering.


Menurut Makwan, seluruh kapanewon di kabupaten Sleman juga memiliki ancaman bencana hidrometeorologi.

Khususnya, kejadian pohon tumbang dan kerusakan rumah yang diakibatkan oleh angin kencang.


“Sehingga pada musim hujan tahun ini dapat mengisi kembali air tanah, namun kami berharap tidak disertai dengan angin kencang,” ujar Makwan, Rabu (10/1).


Guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi lebih parah, Makwan meminta, agar masyarakat mulai melakukan upaya pencegahan.

Di antaranya, dengan memangkas tajuk-tajuk pohon yang berpotensi rawan tumbang.


Disamping itu, bagi masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Merapi pun diminta untuk selalu waspada.

Sebab, seiring datangnya musim hujan potensi banjir lahan dingin juga meningkat.

“Bencana hidrometeorologi menjadi ancaman di semua kapanewon,” terang Makwan.


Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, instansi terkait harus memastikan sarana dan prasarana penanganan bencana dalam kondisi baik.

Selain itu, juga perlu ditingkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi terkait bencana.


Kustini menyebut, setiap orang pun harus memiliki pengetahuan tentang kebencanaan.

Sebab, Kabupaten Sleman merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana.


“Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai dalam menghadapi bencana, maka kita akan mampu bersikap dan bertindak secara cepat dan tepat,” ungkap orang nomor satu di Sleman itu. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#darurat bencana #Hidrometeorologi #BPBD Sleman