Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinkes Sleman Ingatkan Meningkatknya Penyebaran Leptospirosis dan DBD Saat Musim Hujan, Selama 2023 Sudah 7 Orang Meninggal

Iwan Nurwanto • Selasa, 9 Januari 2024 | 15:20 WIB
BERSIH SEHAT: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yulianti. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
BERSIH SEHAT: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yulianti. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)

SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengingatkan potensi penyebaran penyakit leptospirosis dan demam berdarah dengue (DBD). Apalagi di tengah musim penghujan seperti situasi sekarang.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pada musim penghujan penyebaran kedua penyakit itu memang berpotensi meningkat.

Lantaran nyamuk aedes aegypti akan mudah berkembang biak.


Sementara untuk penyebaran leptospirosis, lebih mudah saat musim penghujan karena bakteri leptospira penyebab penyakit tersebut disebarkan melalui kencing tikus melalui dalam genangan air. Bakteri leptospira pun dapat masuk melalui luka terbuka.


Karena itu, dia meminta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Yakni, dengan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Termasuk didalamnya membasmi sarang nyamuk dan tikus.


“Kami minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca," ujar Yuli kepada Radar Jogja, Selasa (9/1).


Menurut dia, kewaspadaan terhadap kedua penyakit itu perlu dilakukan karena cukup banyaknya temuan di tahun 2023.

Dari catatan Dinkes Sleman, untuk kasus DBD selama satu tahun terakhir ditemukan sebanyak 146 kasus dengan satu pasien meninggal dunia.


Kemudian untuk leptospirosis temuan kasusnya tidak sebanyak DBD. Hanya saja, untuk jumlah korban meninggal dunianya jauh lebih banyak dibandingkan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk tersebut.


“Leptospirosis selama tahun 2023 ada 60 kasus, dengan pasien meninggal dunia enam orang,” ungkap Yuli.


Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama mengatakan, peralihan musim kemarau ke penghujan dapat membuat bakteri dan virus mudah berkembang biak. Hal itu tentunya akan berdampak pada semakin masifnya penyebaran penyakit.


Sehingga, dia pun meminta agar masyarakat juga mewaspadai potensi penyakit pernapasan. Seperti batuk, pilek dan flu yang kemungkinan besar akan mudah menjangkiti masyarakat pada kondisi musim seperti sekarang.


"Yang paling pertama muncul itu adalah penyakit batuk pilek, kemudian nanti baru penyakit-penyakit yang bersumber vektor yang lain seperti nyamuk dan leptospirosis," terangnya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Musim penghujan #dinkes sleman #DBD #leptospirosis