Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Merapi Luncurkan 35 Guguran Lava ke Arah Barat, Jarak Luncur Maksimum 1.600 Meter

Iwa Ikhwanudin • Sabtu, 6 Januari 2024 | 15:00 WIB
WASPADA: Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (BPPTKG)
WASPADA: Gunung Merapi beberapa waktu lalu. (BPPTKG)

SLEMAN - MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat masih tingginya aktivitas Gunung Merapi.

Gunung yang berada di perbatasan DIY-Jateng tersebut pada hari Jumat 5 Januari 2024 pukul 00.00-24.00 WIB memuntahkan sebanyak 35 guguran lava.

Dari jumlah tersebut, masing-masing teramati 32 kali guguran lava ke arah barat (Kali Bebeng) dengan jarak luncur maksimum 1.600 meter.

Tiga kali guguran lava ke arah selatan (Kali Boyong) dengan jarak luncur maksimum 1.300 meter.

Terdengar dua kali suara guguran dari Pos Babadan dengan intensitas suara sedang.

Seputar Gunung Merapi cuaca cerah, berawan, mendung, dan hujan.

Angin bertiup tenang ke arah barat,timur.

Suhu udara 17.7-26 °C, kelembaban udara 65-99 %, dan tekanan udara 873.1-918.5 mmHg.

Volume curah hujan 130 mm per hari.

Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal, tipis, dan tinggi 10-150 m di atas puncak kawah.

Terjadi kegempaan awan panas guguran (APG) (jumlah: 1, amplitudo: 32 mm, durasi: 103.04 detik).

Kegempaan guguran (jumlah: 81, amplitudo: 3-39 mm, durasi: 18.88-170.92 detik).

Sedangkan kegempaan hybrid/fase banyak berjumlah: 3, amplitudo: 3-8 mm, S-P: 0.4-0.7 detik, durasi: 5.8-9.76 detik.

Kegempaan tektonik jauh (jumlah: 1, amplitudo: 3 mm, S-P: tidak terbaca, durasi: 51.4 detik).

Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada pada level III (siaga).

BPPTKG mengeluarkan rekomendasi:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gunung Merapi #Awan Panas #lava pijar