SLEMAN - Gunung Merapi di perbatasan DIY-Jateng masih tinggi aktivitas vulkanisnya.
Pada Minggu 3 Januari 2024, pukul 00.00-24.00 WIB, gunung berketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut masih mengeluarkan lava.
Teramati sebanyak 19 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.400 meter.
Data tersebut berasal dari MAGMA-VAR (Volcanic Activity Report) KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Cuaca di seputar Merapi cerah dan hujan.
Angin bertiup tenang ke arah barat,timur.
Suhu udara 18-25.2 °C, kelembaban udara 58-99 %, dan tekanan udara 836.9-918.8 mmHg.
Volume curah hujan 70 mm per hari.
Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, hingga kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 50 meter di atas puncak kawah.
Terjadi gempa guguran (jumlah: 94, amplitudo: 2-27 mm, durasi: 17.72-190.28 detik).
Gempa hybrid/fase banyak (jumlah: 13, amplitudo: 2-15 mm, S-P: 0.3-0.6 detik, durasi: 5.12-9.8 detik).
Gempa tektonik jauh (jumlah: 1, amplitudo: 50 mm, S-P: 25.16 detik, durasi: 169.72 detik).
Terdengar suara guguran sebanyak satu kali dengan intensitas kecil, terdengar dari Pos Babadan.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)