SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman meminta masyarakat di wilayah lereng Gunung Merapi untuk waspada.
Pasalnya, seiring meningkatnya intensitas hujan, kondisi itu juga membuat potensi banjir lahar dingin semakin tinggi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, dari pantauan pihaknya intensitas hujan memang cukup berpengaruh terhadap situasi di lereng Gunung Merapi.
Bahkan, beberapa waktu lalu juga sempat terjadi banjir lahar dingin dengan skala kecil akibat hujan deras.
Karena itu, dia pun meminta agar masyarakat di kawasan lereng gunung berapi aktif itu agar untuk selalu waspada ketika hujan turun. Terlebih bagi masyarakat yang selalu beraktifitas di aliran lahar dingin.
“Kami himbau masyarakat untuk berhati-hati. Khususnya bagi masyarakat penambang pasir, jeep wisata, dan pencari rumput harus selalu waspada,” ujar Bambang kepada Radar Jogja, Senin (1/1).
Bambang melanjutkan, menghadapi musim penghujan ini pihaknya juga telah menyiapkan berbagai upaya mitigasi.
Yakni, dengan menyiagakan posko 24 jam dan berkoordinasi dengan 65 personil kebencanaan di kapanewon Pakem.
Dia pun optimis, kalau seluruh wilayah di kabupaten Sleman juga telah siap menghadapi bencana hidrometeorologi.
Entah itu dari tingkat padukuhan sampai kapanewon. Terlebih dengan sudah terbentuknya 81 desa tangguh bencana.
“Kami pastikan sudah siap, namun harapannya tidak terjadi bencana,” ungkap Bambang.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, kalau kepedulian, kolaborasi, dan sinergitas dari semua pihak adalah kunci dalam membentuk budaya siaga.
Dia pun mengingatkan, bahwa setiap orang perlu memiliki kesiapan diri dalam menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja.
“Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai dalam menghadapi bencana maka kita akan mampu bersikap dan bertindak secara cepat dan tepat,” pesan Kustini. (inu)