SLEMAN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi.
Teramati 16 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Suara guguran dua kali, dengan intensitas kecil hingga sedang terdengar dari Pos Babadan.
Demikian laporan pengamatan Gunung Merapi dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada Selasa 26 Desember 2023 pukul 00.00-24.00 WIB.
Cuaca di seputar gunung berapi yang terletak di perbatasan Sleman-Magelang-Boyolali-Klaten, cerah, mendung, dan berawan.
Angin bertiup tenang ke arah barat dan timur.
Suhu udara 17.4-26 °C, kelembaban udara 60-98 %, dan tekanan udara 838.9-918.8 mmHg.
Secara visual Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-III, kabut 0-I, dan kabut 0-II.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 300-500 meter di atas puncak kawah.
Rekomendasi yang dikeluarkan BPPTKG:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)