SLEMAN -Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Sleman-Magelang-Boyolali-Klaten masih tinggi.
Setidaknya, terjadi 23 kali guguran lava yang terjadi pada saat pengamatan Senin 25 Desember 2023 pukul 00.00-24.00 WIB.
Dari 23 kali guguran lava tersebut, masing-masing 18 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng (barat daya) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Dan sebanyak lima kali guguran lava ke arah Kali Boyong (Selatan) dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter.
Laporan aktivitas vulkanik Gunung Merapi dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG; Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) juga menyebutkan bahwa terjadi hujan di puncak Merapi.
Volume curah hujan 3 mm per hari.
Cuaca di sekitar Merapi cerah, berawan, hujan, dan mendung.
Angin bertiup tenang ke arah barat,utara,timur.
Suhu udara 17.7-31 °C, kelembaban udara 60-97.2 %, dan tekanan udara 873.8-949.8 mmHg.
Secara visual, Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, dan kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 300 meter di atas puncak kawah.
Sedangkan kegempaan, di Merapi terjadi gempa guguran (jumlah: 85, amplitudo: 3-58 mm, durasi: 27.16-191.04 detik).
Gempa hybrid/fase banyak (jumlah: 3, amplitudo: 2-9 mm, S-P : 0.3-0.4 detik, durasi: 4.6-8.8 detik).
Gempa tektonik jauh (jumlah: 1, amplitudo: 5 mm, S-P: 23.19 detik, durasi: 119.6 detik).
Sementara itu, tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
BPPTKG mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Sungai Krasak, Sungai Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin