SLEMAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman memastikan kotak suara yang diterima dalam keadaan rusak belum dilakukan penggantian.
Penyelenggara pemilu itu juga belum dapat memastikan kapan kotak suara baru akan dikirim.
Kepala Sub Bagian Keuangan, Umum dan Logistik KPU Sleman Meirino Setyaji mengatakan, pada awal Oktober lalu pihaknya menerima 17.319 kotak suara.
Dari jumlah tersebut ada sebanyak 103 yang kondisinya rusak ketika sampai di gudang KPU Sleman.
Rino sapaanya mengaku, sampai saat ini pihaknya belum menerima informasi terkait penggantian kotak suara yang kondisinya rusak tersebut.
Namun ada kemungkinan penggantian kotak suara baru akan dilakukan setelah penyaluran logistik ke seluruh DIJ sudah selesai.
"Nanti diganti setelah seluruh kotak suara dikirim di wilayah DIJ. Gunungkidul belum menerima (kotak suara) soalnya," ujar Rino kepada Radar Jogja, Selasa (21/11).
Dia membeberkan bahwa kerusakan kotak suara saat diterima pihaknya juga beragam.
Mulai dari kotak suara robek sebagian, tergores, hingga kertas duplex rusak atau tidak dapat digunakan.
Rino menyebut, usai dilakukan penggantian kotak suara yang rusak nantinya juga akan dilakukan tindakan.
Kemungkinan besar akan ditarik kembali oleh KPU DIJ atau pusat. Sementara jika tidak diambil, maka kotak suara akan dimusnahkan.
"Kami menunggu instruksi dari KPU DIJ," terangnya.
Sementara itu, Ketua KPU Sleman Ahmad Baehaqi membeberkan, bahwa beberapa logistik memang sudah diterima.
Di antaranya kotak suara berjumlah 17.319 buah, tinta 6.914 botol, bilik suara 13.828 buah, dan kabel ties ,89.882 buah.
"Yang belum (diterima) adalah surat suara dan dukungan perlengkapan lainnya," ungkap Baehaqi. (inu)
Editor : Bahana.