Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rawan Bencana Hidrometeorologi, Dispar Sleman Bakal Kumpulkan Pengelola Wisata Lereng Merapi

Iwan Nurwanto • Senin, 20 November 2023 | 21:53 WIB

SERU : Erupsi Merapi tak mempengaruhi geliat wisata di Sleman termasuk aktivitas jip lava tour di Kali Kuning, Kamis (16/3). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)
SERU : Erupsi Merapi tak mempengaruhi geliat wisata di Sleman termasuk aktivitas jip lava tour di Kali Kuning, Kamis (16/3). (ANNISSA KARIN/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA - Dinas Pariwisata Sleman mulai mewaspadai dampak bencana hidrometeorologi pada sektor pariwisata.

Salah satu yang cukup menjadi perhatian adalah kawasan Lereng Gunung Merapi karena merupakan wilayah rawan bencana.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan pengelola wisata di lereng Gunung Merapi untuk melakukan rapat koordinasi (rakor).

Dalam kegiatan itu akan disampaikan tentang upaya antisipasi dan mitigasi terkait dengan kemungkinan bencana hidrometeorologi.

Baca Juga: UGM Menciptakan Gameltron Generasi Kedua untuk Mengatasi Keresahan Bahwa Gamelan Elektronik Tidak Harus Dimainkan

 

Dia menerangkan, rakor mitigasi dan antisipasi dampak bencana hidrometeorologi itu diharapkan dapat mencegah musibah.

Khususnya yang melibatkan wisatawan dan pengelola wisata di wilayah rawan bencana erupsi dan banjir lahar dingin.

 

Lebih lanjut, Ishadi mengaku, bahwa dalam kegiatan itu pihaknya juga akan melibatkan lintas sektoral.

Mulai dari kepala daerah, kepolisian, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) yang menangani kebencanaan.

"Ini kami lakukan agar pengelola wisata bisa lebih siaga menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan, daripada kejadian terlebih dahulu kita himbau sejak awal," ujar Ishadi saat dihubungi, Senin (20/11).

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan menyebut, potensi bencana hidrometeorologi memang meningkat ketika musim pancaroba. Dimana hal itu akan ditandai dengan cuaca ekstrim berupa angin kencang disertai hujan deras.

 

Selain itu, peralihan musim kemarau ke penghujan juga akan membuat pembentukan awan cumulonimbus. Sehingga dapat memicu bencana angin puting beliung sampai hujan es. 

Kondisi itu juga dapat mengakibatkan bencana tanah longsor. Serta banjir lahar dingin kalau hujan terjadi di lereng Merapi.

"Karena itu, kami meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta mengurangi resiko" himbau Makwan.

Makwan mengaku, saat ini pihaknya juga sudah mulai mengaktifkan posko kesiapsiagaan. Entah itu yang dikelola BPBD Sleman, kapanewon, komunitas, maupun di wilayah rawan bencana seperti Kaliurang.

Kemudian, pihaknya juga telah menerapkan piket di posko-posko selama 24 jam penuh. Serta mempersiapkan peralatan evakuasi, armada, serta logistik.

"Kami pastikan sudah dalam kondisi ready," terangnya. (inu)

Editor : Bahana.
#dinpar #pariwasata #Sleman #Bencana #lereng merapi