Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kalurahan Caturharjo Sleman Dipilih Sebagai Lokasi TPST, Lurah: Kalau Tidak Sesuai Sosialisasi, Warga Menolak

Iwan Nurwanto • Minggu, 19 November 2023 | 19:14 WIB
PAHAM: Lurah Caturharjo Agus Sutanto. (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)
PAHAM: Lurah Caturharjo Agus Sutanto. (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

 


SLEMAN - Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, dipilih Pemkab Sleman sebagai lokasi pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) wilayah tengah. Lurah setempat menyebut pelaksanaannya kini tengah masuk tahap sosialisasi.


Lurah Caturharjo Agus Sutanto mengatakan, lokasi pembangunan TPST rencananya dilakukan di Padukuhan Keceme dengan menggunakan tanah kas desa.

Lokasinya sekitar 600 sampai 700 meter dari area pemukiman. Dalam operasional TPST akan dilakukan kerjasama antara pihak ketiga dengan Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).


Agus membeberkan, terkait dengan tahap pembangunan TPST di wilayahnya itu kini tengah masuk tahap sosialisasi. Dalam sosialisasi itu disampaikan tentang manfaat pengolahan sampah dari sisi lingkungan dan ekonomi.


Menurutnya, masyarakat Caturharjo juga sudah cukup memahami tentang manfaat dari pengolahan sampah. Lantaran desa telah memiliki TPS3R.

Meskipun demikian, pihaknya tetap berharap agar operasional TPST tidak memberikan dampak buruk kepada masyarakat.


"Kalau harapan warga, ya, jangan ada polusi dan lain sebagainya, kalau tidak sesuai sosialisasi di awal (berdampak buruk) mungkin warga akan menolak," ujar Agus saat ditemui Radar Jogja, Minggu (19/11).


Sebelumnya, Pemkab Sleman memang sudah menyiapkan dua lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk bagian wilayah tengah. Yakni di kapanewon Turi dan kapanewon Sleman yang dalam hal ini di kapanewon Caturharjo.


Ketua Pelaksana Satuan Tugas Pengelolaan Sampah Sleman Dwi Anta Sudibya menyampaikan, pihaknya kini sedang mengajukan izin pembangunan dan operasional.

Salah satu TPST yang selesai izinnya terlebih dahulu akan mulai dibangun tahun 2024 mendatang.


Sementara untuk satu titik TPST lagi akan dilaksanakan pembangunannya mulai tahun 2025.


Dia merinci, anggaran untuk pembangunan TPST di wilayah tengah diketahui mencapai total Rp 24,2 miliar per titik. Sumber anggarannya berasal dari APBD 2024 sebesar Rp 13,5 miliar dan Dana Keistimewaan (danais) sebesar Rp 10,7 miliar.


"Jadi, target kami memiliki empat TPST di tahun 2025," beber Dibyo sapaanya.


Sebagaimana diketahui, Pemkab Sleman memang merencanakan pembangunan TPST di tiga bagian wilayah. Untuk wilayah timur berada di kalurahan Tamanmartani, Kalasan; tengah di Kapanewon Turi dan Kapanewon Sleman; serta barat di kalurahan Sendangsari, Minggir.


Menurut Dibyo, tahap pembangunan TPST Tamanmartani kini telah mencapai 90 persen dan pada akhir tahun mendatang ditarget dapat beroperasi. Sementara untuk TPST Minggir tahap pembangunan fisiknya sudah menyentuh 25 persen.


"Untuk TPST Minggir sudah pembangunan hanggar," ungkap Kepala Bappeda Sleman itu. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Pengolahan Sampah #TPST #Pemkab Sleman