Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Sudah Turun Hujan, Kabupaten Sleman Belum Cabut Status Darurat Kekeringan, Kenapa Demikian...

Iwan Nurwanto • Selasa, 14 November 2023 | 21:34 WIB

Musim hujan. (www.pxhere.com)
Musim hujan. (www.pxhere.com)

SLEMAN - Status darurat bencana kekeringan di kabupaten Sleman yang ditetapkan sejak 31 Agustus 2023 masih terus berlanjut hingga sekarang.

Kepala daerah setempat mengaku belum akan mencabut status tersebut karena berbagai pertimbangan.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih memberlakukan status darurat kekeringan.

Alasannya, karena beberapa wilayah di kabupaten masih mengajukan droping air bersih.

Danang mengaku, belum dicabutnya status darurat kekeringan juga karena menurutnya sebaran hujan juga belum merata.

Selain itu, meskipun Selokan Mataram juga sudah kembali dibuka. Hal tersebut juga belum mampu mencukupi kebutuhan air bagi masyarakat lantaran debitnya masih kecil.

"Selama ini masih kita tetapkan (status darurat kekeringan) sambil menunggu perkembangan di lapangan," ujar Danang kepada Radar Jogja, Selasa (14/11).

Lebih lanjut, Danang membeberkan, bahwa pemerintah sampai saat ini juga masih cukup mampu menangani permasalahan kekeringan di Sleman. Kegiatan dropping pun masih dapat dilakukan oleh instansi terkait ke wilayah terdampak.

Dari segi anggaran Pemkab Sleman juga masih memiliki Belanja Tak Terduga (BTT).

Sehingga, politisi PDI Perjuangan itu pun optimis kalau pihaknya mampu menangani kekeringan sampai akhir tahun mendatang.

"Untuk anggaran BTT besarannya sekitar sepuluh sampai lima belas miliar," terang Danang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, pihaknya memang masih melakukan penyaluran air bersih.

Hingga awal bulan November setidaknya ada sembilan kapanewon yang menjadi sasaran dropping.

Diungkapkan Bambang, kesembilan wilayah itu di antaranya kapanewon Godean meliputi kalurahan Sidorejo dan Sendangagung.

Kemudian Minggir di kalurahan Sendangarum, Sendangmulyo, Sendangrejo, dan Sendangsari.

Lalu di kapanewon Moyudan meliputi Sumberagung, Sumberarum, Sumberrahayu, dan Sumbersari.

Kekeringan juga terjadi di kapanewon Ngaglik meliputi kalurahan Donoharjo dan Sukoharjo. Serta di Pakem di kalurahan Hargobinangun.

Kapanewon Seyegan juga kekurangan air bersih meliputi kalurahan Margodadi dan Margokaton. Lalu di kapanewon Sleman meliputi kalurahan Tridadi dan Triharjo.

Kemudian juga kapanewon Tempel meliputi kalurahan Banyurejo, Margorejo, dan Merdikorejo. Serta kapanewon Turi di kalurahan Wonokerto.

"Total sudah  lebih dari 3,5 juta liter air bersih yang kami salurkan ke wilayah terdampak kemarau," ungkap Bambang. (inu)

Editor : Bahana.
#kemarau #Sleman #darurat bencana #Hujan