SLEMAN - Pemkab Sleman resmi menjalin kerja sama dengan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) dalam pengelolaan sampah.
Nantinya sampah yang diproduksi dari Bumi Sembada akan diolah menjadi refuse derived fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Sleman.
Adapun konsepnya, pemkab akan memasok sampah anorganik yang sudah diolah menjadi RDF di TPST Minggir dan TPST Tamanmartani kepada PT SBI, yang pabriknya berada di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.
"Ini adalah salah satu upaya dari Pemkab Sleman untuk mengatasi persoalan sampah," ujar Kustini di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Senin (13/11).
Sementara itu, Direktur Utama PT SBI Lilik Unggul Raharjo menyampaikan, pihaknya mampu menampung RDF dari Kabupaten Sleman sebanyak 70 sampai 100 ton per hari.
Dia menjelaskan, RDF akan diolah menjadi bahan bakar alternatif bagi pabrik semen di Indonesia.
Selain menampung sampah dari Kabupaten Sleman, jelasnya, pihaknya selama ini juga menerima sampah dari Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Adapun kriteria sampah yang mampu diolah oleh pihaknya harus memiliki kandungan 3.200 kalori serta kadar air kurang dari 20 persen.
"Dengan menggunakan bahan bakar RDF selain dapat menggantikan peran batu bara juga mengurangi kandungan Co2," ungkap Lilik. (inu)
Editor : Amin Surachmad