SLEMAN, RADAR JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman memastikan progres pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani terus berjalan.
Operasional TPST di kapanewon Kalasan itupun diaharapkan sesuai target.
Kepala Dians Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, sampai saat ini pembangunan TPST Tamanmartani hanya kurang 10 persen.
Sehingga pihaknya pun tinggal menyelesaikan tahap finishing.
Baca Juga: SELAMAT! Naik 8 Persen, Besaran Gaji PNS Ada Yang Hampir Tembus Rp 7 Juta Sebulan, Simak Detailnya
"Untuk pembangunan TPST Tamanmartani sudah 90 persen," ujar Epiphana kepada Radar Jogja, Kamis (9/11).
Dia menyatakan, TPST Tamanmartani ditargetkan bisa selesai pembangunannya pada bulan November.
Agar kemudian di bulan Desember bisa diujicobakan dan awal tahun 2024 dapat beroperasi.
Epiphana mengungkapkan, bahwa dalam pengelolaan sampah di TPST Tamanmartani pihaknya akan menerapkan sistem pengelolaan Refuse Derived Fuel (RDF).
Baca Juga: Pemilik Harus Ikut Awasi Kontrakan
Yakni mengolah sampah yang mudah terbakar seperti plastik, kertas, karet dan kain menjadi bahan bakar alternatif.
Ia menyampaikan, untuk pengolahan sampah dengan teknologi RDF itu DLH Sleman akan bekerjasama dengan pabrik.
Sementara untuk sampah organik dicanangkan untuk dibuat kompos.
"Untuk TPST Tamanmartani ada tiga modul (pengolahan), satu modul bisa mengolah 30 ton sampah, total ada 90 ton yang dapat diolah. Untuk tahap awal kami perkirakan 60 ton sampah bisa diolah," katanya beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyatakan, pihaknya memang tengah mengebut pembangunan TPST Tamanmartani.
Sehingga target penyelesaian yang awalnya direncanakan selesai bulan Desember dipercepat pada bulan November.
"Dalam pengelolaannya kami juga akan menggandeng BUMKal (Badan Usaha Milik Kalurahan)," ungkap Danang. (inu)
Editor : Bahana.