RADAR JOGJA - Gebyar Batik Sleman yang digelar oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman turut menampilkan berbagai kegiatan. Salah satunya fashion show dan pameran batik yang dilaksanakan dari tanggal 2 sampai 5 November 2023 di Jogja City Mall (JCM).
Ketua Panitia Gebyar Batik Sleman Nyudi Dwijo Susilo mengatakan, kegiatan pameran tersebut diikuti sebanyak 43 industri kecil menengah (IKM) batik di kabupaten Sleman. Adapun yang ditampilkan berupa produk-produk fashion serta non fashion.
Selain itu, dalam kegiatan itu juga dilaksanakan berbagai lomba, workshop, serta seminar. Pada pembukaan kegiatan tersebut pun juga digelar fashion show batik yang bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Nyudi menjelaskan, bahwa pameran yang digelar di JCM itu merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Gebyar Batik Sleman. Sebelumnya, Gebyar Batik Sleman juga menggelar flashmob dan senam massal. Serta mengajak ratusan siswa SMP untuk membatik sinom parijotho salak.
Dia berharap, melalui kegiatan tersebut para pelaku usaha batik di Sleman bisa merasakan berbagai manfaat. Seperti peningkatan omzet penjualan dan membuat batik khas daerah semakin diminati oleh generasi muda.
"Untuk hari terakhir pada tanggal 5 November nanti kami juga mengadakan fashion show dengan mengajak 16 IKM di kabupaten Sleman," ujar Nyudi kepada Radar Jogja, Kamis (2/11).
Ketua Dekranasda Sleman Sri Purnomo menambahkan, Gebyar Batik Sleman merupakan salah satu program kerja dari pengurus Dekranasda periode 2021-2026. Kegiatan itu bertujuan untuk melestarikan batik sebagai salah satu kebudayaan tak benda. Serta mempromosikan dan menegaskan branding batik khas kabupaten Sleman.
"Misi Dekranasda adalah terwujudnya batik bisa digunakan oleh lintas generasi," terang Sri Purnomo.
Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyatakan, adanya Gebyar Batik Sleman bisa menjadi sebuah gerakan kolaborasi untuk nguri-nguri dan mendukung perajin batik. Ia pun menegaskan, bahwa akan ada gerakan yang mewajibkan masyarakat untuk menggunakan batik khas Sleman.
"Semoga dengan adanya kolaborasi ini dapat mewujudkan batik yang meningkatkan perekonomian masyarakat," tegas Kustini. (inu/ila)