SLEMAN, RADAR JOGJA - Sehari pasca dibuka alirannya oleh Balai Besar Wilayah Serayu-Opak (BBWSSO).
Salah titik tanggul Selokan Mataram jebol pada Minggu (22/10) pagi.
Lokasi tepatnya di Padukuhan Kadipiro, Margodadi, Seyegan, Sleman yang merupakan salah satu titik konstruksi Tol Jogja-Bawen.
Hal itu dibenarkan oleh Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Air BBWSSO Rr. Vicky Ariyanti.
Dia mengatakan, bahwa akibat ada titik tanggul yang jebol pihaknya kini menutup kembali pintu air Bendung Karangtalun.
Vicky menyebut, penutupan pintu air Bendung Karangtalun yang mengalir ke Selokan Mataram kemungkinan berlangsung hingga 1 November 2023 mendatang.
Atau hingga perbaikan kerusakan di Padukuhan Kadipiro terselesaikan.
"Perkiraan pengerjaan sampai akhir Oktober menunggu umur beton K350 dikerjakan pihak jalan tol," ujar Vicky kepada Radar Jogja, Minggu (22/10).
Sebagaimana diketahui, BBWSSO memang membuka aliran Selokan Mataram pada Sabtu (21/10) pada pukul 20.00.
Pembukaan tersebut dilakukan karena proyek revitalisasi sudah cukup aman.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Bambang Kuntoro menyatakan, dampak jebolnya tanggul Selokan Mataram tidak terlalu signifikan. Air hanya menggenangi kawasan di sekitar tanggul yang jebol saja.
"Sedikit yang menggenangi kawasan pemukiman," terangnya. (inu)
Editor : Bahana.