Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gerakan Pilah Sampah Mulai Efektif di Pasar Tradisional

Iwan Nurwanto • Jumat, 20 Oktober 2023 | 16:30 WIB
Pilah sampah. (DOK PRIBADI)
Pilah sampah. (DOK PRIBADI)

 

RADAR JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman mengklaim budaya pilah sampah mulai efektif diterapkan di pasar-pasar tradisional. Bahkan, dampaknya produksi sampah di pasar tradisional mulai berkurang.


Kepala Bidang Pengelolaan Fasilitas Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman Purwoko Haryadi mengatakan, produksi sampah di pasar-pasar tradisional menurutnya sudah berkurang hingga 60 persen. Jika sebelumnya dalam sehari sampah yang diangkut sebanyak lima truk, kini hanya dua truk saja.


Pihaknya memang berkomitmen untuk mengurangi timbunan sampah di pasar tradisional. Hal itu diwujudkan dengan penerbitan surat edaran tentang pengurangan sampah. Program tersebut diklaim sudah berjalan cukup baik di 37 pasar tradisional di Kabupaten Sleman.


Menurutnya, pengurangan sampah tidak lepas dari peran pedagang dan pengelola pasar. Mereka mulai membentuk budaya pilah sampah atau memisahkan sampah organik dan anorganik.
Terkait dengan bentuk pemilahan sampah di pasar tradisional, para pedagang juga telah bekerjasama dengan para peternak. Yakni untuk mengolah sampah organik berupa limbah sayuran menjadi pakan ternak sapi atau ikan.


Sementara untuk sampah anorganik, biasanya di pilah sendiri oleh pedagang atau petugas pengangkut sampah lalu kemudian dijual. Uang hasil penjualan sampah plastik itu kemudian dimanfaatkan untuk membantu operasional pengangkutan sampah."Karena nilainya tidak signifikan (hasil penjualan sampah plastik di pasar tradisional), maka tidak masuk hitungan pendapatan asli daerah," terang Purwoko.


Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, gerakan pilah sampah cukup efektif untuk mengurangi produksi sampah wilayahnya. Setidaknya ada sebanyak 50 ton sampah di Bumi Sembada yang dapat dikurangi semenjak program tersebut digencarkan.


Kustini mengaku, gerakan pilah sampah memang gencar disosialisasikan pemkab sejak penutupan TPST Piyungan pada Februari lalu. Bahkan upaya tersebut juga diwujudkan dengan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman dan sosialisasi yang melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat."Edukasi terus kita lakukan, salah satunya dengan mengurangi sampah dan dipilah agar lebih mudah diolah," ungkap Kustini. (inu/din)

Editor : Satria Pradika
#pilah sampah #pasar tradisional #Disperindag