SLEMAN - Polda DIY menggelar Pelatihan Sistem Keamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pemilu 2024. Latihan dilangsungkan di Stadion Maguwoharjo, Rabu (11/10). Banyak materi dipraktikkan dalam penanganan dampak proses adanya pesta demokrasi.
Kegiatan dihadiri oleh Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan, Wakapolda DIY Brigjen Pol Slamet Santoso, Forkopimda DIY, dan penyelenggara pemilu.
Praktik latihan yang dilakukan mulai dari pengamanan demonstrasi, penguasaan massa, dan lainnya.
Diperagakan juga Sispamkota menjelang kampanye Pemilu 2024 meliputi masa menjelang Pemilu 2023-2024 yang berlangsung selama 220 hari secara bertahap mulai dari pendaftaran bakal calon hingga kampanye.
Baca Juga: Netralitas di ASN itu Penting, Pemkab Bantul Bentuk Satgas Pemilu
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Nugroho Arianto mengatakan, peragaan tersebut menampilkan bagaimana cara bertindak kepolisian dalam mengamankan proses pemilu sesuai tahapan dan standard operating procedure (SOP).
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Nugroho Arianto mengatakan, peragaan tersebut menampilkan bagaimana cara bertindak kepolisian dalam mengamankan proses pemilu sesuai tahapan dan standard operating procedure (SOP).
"Dalam sistem pengamanan kota ini menampilkan cara bertindak kepolisian dari patroli sambang pantau, pengawalan, hingga pengamanan kampanye," ucapnya, Rabu (11/10).
Mantan Kapolresta Serang ini menambahkan, peragaan Sispamkota ini menampilkan kolaborasi antara satuan kerja Polda DIY dengan berbagai instansi terkait.
Menurutnya, dari peragaan itu ditampilkan secara jelas kolaborasi antara Polri dalam hal ini Polda DIY seperti Brimob, Sabhara, Samapta, Intelijen yang bekerja sama dengan TNI beserta jajaran penting lainnya.
Menurutnya, dari peragaan itu ditampilkan secara jelas kolaborasi antara Polri dalam hal ini Polda DIY seperti Brimob, Sabhara, Samapta, Intelijen yang bekerja sama dengan TNI beserta jajaran penting lainnya.
Diharapkan, nantinya dapat menjaga keamanan serta ketertiban menjelang dan saat Pemilu 2024 berlangsung. Uniknya, latihan ini dipraktikkan seperti sebenarnya.
Terlihat ada aksi dorong-dorongan antar demonstrasi dengan polisi yang bertugas. Namun, tentunya, itu sebagai upaya melatih ketangkasan dan tidak lebih itu sebagai simulasi. Baik personel dan alat dikerahkan Polda DIY dalam latihan.
Ada kuda yang ditunggangi polisi, baracuda, dan ada aksi ngepot-ngepotan yang ditunjukan anggota Satlantas. Semua aksinya disimulasikan sebagai bentuk pengamanan saat menjelang dan ketika Pemilu 2024 berlangsung.
Terlihat ada aksi dorong-dorongan antar demonstrasi dengan polisi yang bertugas. Namun, tentunya, itu sebagai upaya melatih ketangkasan dan tidak lebih itu sebagai simulasi. Baik personel dan alat dikerahkan Polda DIY dalam latihan.
Ada kuda yang ditunggangi polisi, baracuda, dan ada aksi ngepot-ngepotan yang ditunjukan anggota Satlantas. Semua aksinya disimulasikan sebagai bentuk pengamanan saat menjelang dan ketika Pemilu 2024 berlangsung.
Semua materi diperagakan hingga untuk dampak yang paling risiko tinggi demonstran yang membawa senjata api.
Suara letusan senpi terdengar saat latihan secara bersahutan. Tetapi, tentunya hal itu hanya sebatas suara dan tidak ada timah panas yang ke luar. Lantas, tidak ada yang terluka dari latihan itu.
Selain itu, ada juga aksi baku hantam antara pendemo dan polisi. Namun, tentunya simulasi itu tidak membuat keduanya membuat luka. Hanya sebatas latihan jika menghadapi hal yang serupa saat Pemilu 2024. (rul)