SLEMAN, RADAR JOGJA - Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tamanmartani terus bergulir.
Instansi terkait pun memastikan proses pembangunan TPST yang berlokasi di kapanewon Kalasan itu sudah hampir separuh tahap penyelesaian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Epiphana Kristyani mengatakan, saat ini progres pembangunan TPST Tamanmartani sudah menyentuh angka 45 persen.
Adapun yang sedang dikerjakan sekarang berupa pembangunan hanggar truk melakukan pembuangan sampah.
Baca Juga: Gerak Cepat, Kejari Kebumen Geledah Gudang Pupuk di Gombong
Epiphana menyatakan, pembangunan hanggar TPST Tamanmartani itu diharapkan dapat selesai pada akhir bulan ini.
Sehingga kemudian pihaknya bisa segera menempatkan mesin-mesin pengolah sampah yang telah dipesan oleh Pemkab Sleman.
Sebagaimana diketahui, TPST di wilayah timur kabupaten Sleman itu diproyeksikan bisa mengolah sampah hingga 80 ton per hari.
Menggunakan sistem zero waste yang mengolah sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik didaur ulang.
Baca Juga: Tetap Awet Muda di Usia ke 51 , Ini Dia Rahasia Kecantikan Yuni Shara
"Harapannya di bulan Desember kami segera bisa uji coba, dan Januari 2024 sudah bisa beroperasi dengan lancar," ujar Epiphana kepada Radar Jogja, Selasa (10/10/2023).
Sebelumnya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyatakan, pihaknya juga tengah berupaya mengebut pembangunan TPST Tamanmartani. Agar harapannya bisa dioperasikan lebih cepat dari target yang sudah ditentukan.
Adapun TPST Tamanmartani ditarget bisa selesai pada akhir Desember. Namun target tersebut dipercepat satu bulan atau bisa selesai pada akhir bulan November mendatang.
Menurut Danang, pemkab nantinya juga akan menggandeng Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal).
Baca Juga: Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Lawan Brunei Skuad Garuda Gelar Latihan Perdana
Sehingga dalam proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani bisa lebih efektif dan berdampak positif bagi masyarakat. Karena ada keterlibatan sekaligus pemberdayaan secara langsung.
"Maksimal pekan kedua Desember (TPST Tamanmartani) harus sudah bisa diuji cobakan," terang Danang. (inu)
Editor : Bahana.