SLEMAN - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyebut istilah narco terrorism saat kuliah kebangsaan di Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogja.
Sebuah istilah yang menggabungkan antara narkoba dengan teroris, perdagangan narkoba oleh teroris.
"Kelompok teroris ini sekarang berjejaring dengan kelompok narkoba, dikenal dengan nama narco terrorism, ini yang terjadi dan ini yang sedang kita hadapi di Indonesia," tegasnya, Jumat (29/9/2023) di hadapan 2.500 mahasiswa Unisa Jogja.
"Oleh karena itu saya berpesan adik-adik terus mendorong, mempersiapkan diri menjadi SDM unggul," lanjutnya.
Jenderal Listyo Sigit mewanti-wanti dan meminta mahasiswa untuk mewaspadai hal tersebut. Dan, mengikuti serta peduli terhadap perubahan sikap yang terjadi pada teman yang ada di sekitar mereka. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Hati-hati. Jadi begitu ada teman kita kemudian merubah kebiasaanya, tolong diikuti, ada masalah apa, keluarga atau pribadi tolong diikuti," ujarnya.
Kondisi saat ini, persebaran narkoba sangat masif dan menyasar mahasiswa. Para sindikat menyesuaikan kebiasaan dan hobi anak muda untuk masuk secara halus.
Kemudian, menjerat generasi bangsa dengan narkoba. Masa depan Indonesia terancam dengan banyaknya generasi muda yang terjerat narkoba.
"Apalagi di lingkungan mahasiswa, mereka masuk awalnya diledekin, habis itu terpaksa dia mencoba. Begitu mencoba pengen lagi, dikasih habis. Setelah ketagihan baru di situ masa depan menjadi suram," jelasnya.
Lebih lanjut, Jenderal Listyo Sigit juga mewanti-wanti agar terus mewaspadai masalah intoleransi, kapitalisme hingga terorisme.
Masalah tersebut dihadapi hampir semua negara termasuk Indonesia. Dan salah satu yang disasar ialah generasi bangsa. Jenderal Listyo Sigit menegaskan agar berhati-hati.
"Kenapa saya sampaikan, karena masalah yang dihadapi hampir semua negara, khususnya Indonesia. Kenapa? Mereka senang sekali menggunakan doktrin-doktrin, teroris ini dengan menumpang di agama tertentu," ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNISA Jogja Warsiti mengatakan pentingnya kuliah kebangsaan untuk membentuk generasi emas berkemajuan. Terutama bagi mahasiswa baru Unisa Jogja.
"Salah satu upaya Unisa mempersiapkan mahasiswa berkarakter, terus disemai agar kecintaan tanah air meningkat. Diharapkan kuliah kebangsaan akan memberikan semangat dan motivasi untuk terus maju dan berkeunggulan," jelasnya. (lan)
Editor : Amin Surachmad