RADAR JOGJA –PSS Sleman hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu tamunya Madura United di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), kemarin (24/9).PSS gagal memanfaatkan status tuan rumah dan dukungan maksimal pendukungnya. Namun, hasil itu cukup untuk menghentikan rekor menang tim berjuluk Sape Kerrap itu.
PSS unggul lebih dulu pada menit ke-37 leat penyerangnya Hokky Caraka. Dia mencetak gol melalui sundulannya memanfaatkan umpan Muhammad Abdul Lestaluhu. Keunggulan itu hanya bertahan di babak pertama.Pada babak kedua, tepatnya menit ke-54 Malik Risaldi yang memanfaatkan umpan dari tendangan bebas, mampu membobol gawang PSS melalui sundulannya. Skor imbang bertahan hingga akhir laga.
Pelatih PSS Sleman Marian Mihail mengatakan, pada pertandingan kali ini PSS bermain dengan baik. Dia juga mengaku cukup senang melihat performa para pemainnya di pertandingan kontra Madura United kali ini. Namun ada efisiensifitas tim yang harus ditingkatkan lagi. “Ke depan juga harus meningkatkan efisiensi tim kami,’’ ujarnya.
Kiper PSS Sleman M Ridwan juga mengatakan pertandingan kontra Laskar Sapeh Kerrap ini adalah pertandingan yang sulit baginya. Sebab laga di pekan-13 ini adalah debut pertamanya di Liga 1 2023/2024. Dia juga mengalami cedera selama kurang lebih satu setengah bulan. “Saya akui cukup berat bagi saya untuk mengembalikan kondisi terbaik saya," jelasnya
Dia mengakui belum memberikan hasil yang terbaik di laga kali ini. Dia juga berterima kasih kepada Mihail yang sudah memberikan kesempatan di pertandingan sore ini. “Semoga ke depannya, Coach Mihail selalu diberi kesehatan dan PSS ini semoga selalu jaya dan maju terus," tandasnya.
Pelatih Madura United Mauricio Souza merasa kecewa dalam laga kali ini. Terlebih status Madura United adalah tim puncak klasemen. Dia mengakui PSS Sleman adalah tim bagus. Punya pelatih bagus dan permainan di babak pertama lebih baik dari timnya. “Tapi wasit kali ini membuat malu kami," katanya.(ayu/din)
Editor : Satria Pradika