Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gubernur HB X Klaim Kasus Kejahatan Remaja Turun 83 Persen, Respons Fenomena Kekerasan Remaja di Warmindo

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 19 September 2023 | 02:05 WIB
KUDU MLAKU: Gubernur DIY Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Jogja Senin (4/9). (Istimewa/Radar Jogja)
KUDU MLAKU: Gubernur DIY Hamengku Buwono X di kompleks Kepatihan Jogja Senin (4/9). (Istimewa/Radar Jogja)


RADAR JOGJA - Fenomena kekerasan remaja kembali terulang. Teranyar, seorang pelajar SMP swasta di Kota Jogja berinisial RY, 18, menjadi korban penganiayaan oleh temannya sendiri pada Minggu (10/9) dini hari. 


RY dianiaya teman-temannya di salah satu warmindo di kawasan Lapangan Taman Madya di Jalan Batikan akibat ingin keluar dari geng mereka. Mirisnya pelakunya juga merupakan pelajar dibawah umur RT (16) warga Pandeyan, Umbulharjo, Kota Jogja. 


Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X menanggapi hal tersebut. Justru mengklaim, bahwa angka kejahatan remaja mengalami penurunan mencapai 83 persen. 


"Ya, tadi saya sudah bilang, sudah dihitung turunnya 83 persen," katanya usai membuka Kongres Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) DIY di Kaliurang Sleman Senin (18/9). 


Keberhasilan itu dinilai tak terlepas dari keberadaan kelompok Jagawarga yang tersebar di padukuhan-padukuhan di wilayah DIY. Upaya ini dilakukan bersama sama dengan Polda DIY. 


Adapun kelompok Jagawarga dibentuk sesuai Peraturan Gubernur (pergub) DIY Nomor 28 Tahun 2021 dan diperkuat dengan terbitnya Pergub Nomor 59 Tahun 2022. Kelompok Jagawarga ini berada di tingkat kampung dan berperan menjaga keamanan, ketentraman, ketertiban dan kesejahteraan masyarakat, serta menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur yang ada di masyarakat. 


Pemprov DIY berupaya akan terus meningkatkan optimalisasi Jagawarga bekerja sama dengan Polda DIY dan kepolisian setempat. Hal itu dilakukan untuk menekan kembali angka kriminalitas juga kejahatan jalanan di DIY. 


Terlebih, keberadaan Jagawarga bisa meningkatkan ketertiban sosial masyarakat. Mereka juga ikut berperan dalam menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat. 


"Ya, kita kan kerja sama sama Polda dan Jagawarga di level bawah," ujarnya. 


Berdasarkan data Satpol PP DIY, hingga saat ini sekitar 72 persen kelompok Jaga Warga terbentuk di tingkat padukuhan di DIY. Target pada 2024 mendatang, pembentukan Jaga Warga bisa menyasar seluruh padukuhan di DIY. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#angka kejahatan #HB X #radar jogja #kekerasan remaja #Jagawarga