SLEMAN, RADAR JOGJA - Beberapa simpang empat di kabupaten Sleman disebut kerap terjadi traffic jam atau kemacetan. Hal itu disebabkan karena tidak adanya Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APPIL).
Pemkab melalui instansi terkait pun melakukan berbagai upaya agar kemacetan dapat diantisipasi.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman Arip Pramana mengatakan, dari hasil pantauan pihaknya setidaknya ada tiga persimpangan jalan di kabupaten Sleman yang kerap terjadi kemacetan.
Di antaranya simpang empat Cebongan, Mlati; simpang empat Tempel-Ngino, Tempel; dan simpang empat Bulurejo, Ngaglik.
Pantauan Radar Jogja di Simpang Empat Cebongan, kemacetan lalu lintas memang kerap terjadi. Khususnya ketika siang dan sore hari. Karena tidak adanya APPIL, banyak dari pengendara motor maupun mobil di jalan tersebut yang nampak tergesa-gesa ingin segera melintas.
Arip mengaku, untuk pengadaan lampu APPIL di simpang empat Cebongan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda DIJ.
Sebab, status jalan di kawasan tersebut masuk sebagai jalan provinsi. Sementara untuk dua simpang lainnya, Dishub Sleman menyiasati kemacetan dengan pemasangan speed bump.
"Untuk tahun ini belum ada rencana penambahan APPIL, sementara kami lakukan rekayasa lalu lintas dengan pemasangan pembatas kecepatan (speed bump)," ujar Arip kepada Radar Jogja, Selasa (12/9/2023).
Berkaitan dengan permasalahan di simpang empat Cebongan, salah satu warga Sleman, Wanto menyebut, bahwa simpang empat di kapanewon Mlati itu memang membutuhkan lampu APPIL. Sebab, tak jarang di ruas jalan tersebut kerap terjadi kemacetan jalan karena padatnya kendaraan.
"Kalau mau dipasang lampu bangjo (APPIL), jelas saya mendukung karena di perempatan ini kendaraannya cukup padat," katanya. (inu)
Editor : Bahana.