RADAR JOGJA - Petugas Lapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta berhasil menggagalkan upaya penyelundupan obat terlarang yang dilakukan salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). WBP itu mencoba menyelundupkan 150 butir Yarindo yang dititipkan pada anggota keluarganya saat penjengukan (7/9).
Petugas Lapas melakukan upaya deteksi dini usai mendapatkan informasi akan adanya upaya penyelundupan obat terlarang. Informasi itu didapatkan dari hasil pengawasan telepon melalui wartelsus yang merupakan fasilitas Lapas yang digunakan WBP untuk menghubungi keluarganya.
WBP berinisial MK dan MDS itu menyelundupkan barang terlarang dengan cara mencampurkan ke dalam makanan yang dibawa keluarganya. Pembesuk berinisial TS, istri MK membawa nasi, mi goreng, dan sayur brongkos yang telah dicampur dengan Yarindo, sementara pembesuk berinisial WA yang merupakan ibu dari MDS membawa nasi dan oseng ati ampela.
Petugas selanjutnya mengamankan TS dan WA untuk dimintai keterangan lebih lanjut, setelah sebelumnya mengelak. TS akhirnya mengaku telah telah mencampurkan 150 butir Yarindo ke dalam nasi, sementara WA menyatakan telah menerima titipan dari seseorang di luar Lapas untuk diberikan kepada MDS.
Usai dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terdapat dua WBP lain selain MK dan MDS yang terlibat, yakni SP dan F. Keempat WBP itu ditempatkan di sel isolasi untuk keperluan pemeriksaan. Sementara dua pembesuk yang terlibat, dimintai identitas untuk selanjutnya menjalani proses pemeriksaan di Polresta Sleman. Selanjutnya Jumat (8/9).
telah dilakukan penyerahan barang bukti dari Lapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta itu ke Polresta Sleman.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham DIJ Gusti Ayu Putu Suwardani mengapresiasi jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta yang telah bergerak cepat dan menggagalkan upaya penyelundupan obat terlarang. Ia menyampaikan, penting untuk terus waspada dan melakukan tiga kunci pemasyarakatan maju. "Terus lakukan tiga kunci pemasyarakatan maju yaitu deteksi dini gangguan kamtib, berantas narkoba, dan sinergi dengan APH," tuturnya. (iza/laz)