Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Beras Terus Meroket, Penjual Angkringan Bakal Kurangi Porsi Nasi Kucing

Iwan Nurwanto • Kamis, 7 September 2023 | 17:46 WIB
Ilustrasi penjual angkringan. Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Ilustrasi penjual angkringan. Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

SLEMAN, RADAR JOGJA - Fenomena El Nino berdampak pada harga bahan pokok di kabupaten Sleman. Salah satunya beras. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman mencatat harga beras tertinggi untuk saat ini menyentuh Rp 14 ribu perkilogram.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman Nia Astuti mengatakan, musim kemarau memang cukup berpengaruh terhadap produksi padi. Hal itu kemudian berdampak pada meroketnya harga komoditas beras karena minimnya stok di pasaran. Serta membuat harga gabah juga ikut naik.

Nia membeberkan, dari hasil pantauannya di beberapa pasar tradisional harga beras memang cenderung mengalami kenaikan. Untuk beras jenis medium kini harganya menyentuh Rp. 12.800 perkilogram. Kemudian untuk beras jenis premium kini menyentuh harga Rp. 13 ribu sampai 14 ribu per kilogram.

"Untuk beras memang ada kecendrungan naik, dipengaruhi faktor El Nino yang berdampak pada produksi padi," ujar Nia kepada Radar Jogja, Rabu (6/9/2023).

Terkait dengan kondisi itu, dia mengaku, Disperindag Sleman akan berkoordinasi dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar dan menggelar pasar murah. Rencananya akan ada 17 kapanewon yang menjadi sasaran kegiatan tersebut pada pertengahan September mendatang.


Nia melanjutkan, dalam pasar murah itu pihaknya akan menyasar masyarakat umum dengan pembatasan pembelian. Adapun kuota yang disiapkan untuk komoditas beras diketahui sebanyak 6 ton per kapanewon. Dalam pasar murah itu pihaknya juga akan menyediakan berbagai komoditas bahan pokok lainnya.


"Beras yang kami sediakan dalam pasar murah itu terutama pada komoditas beras medium," terangnya.


Sementara itu, salah satu penjual angkringan di kapanewon Mlati bernama Tisa,24 menyatakan, bahwa untuk saat ini komoditas beras memang harganya cukup tinggi. Ia mengaku untuk beras kini ia beli dengan harga Rp. 13 ribu per kilogram.


Harga itu menurutnya naik cukup signifikan dibandingkan harga normal yang kisaran harganya hanya Rp. 10 sampai 12 ribu per kilogram. Ia mengaku belum mengurangi porsi untuk nasi kucing yang dijualnya. Namun jika harga beras terus naik, tidak menutup kemungkinan porsi nasi kucing yang dia jual bisa dikurangi.


"Untuk sekarang belum kami kurangi (porsi nasi kucing), tapi jika naik terus kemungkinan kami kurangi," terang Tisa. (inu)

Editor : Bahana.
#nasi kucing #beras #Sleman #radar jogja #gabah #angkringan #ELNINO