Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kabut Tebal Turun Lagi di Sleman, Masyarakat : Saya Kira Pembakaran Sampah

Iwan Nurwanto • Kamis, 31 Agustus 2023 | 15:29 WIB
Suasana berkabut di Jalan KRT Pringgodiningrat, Sleman pada Kamis (31/8). Nampak dari beberapa pengguna jalan menyalakan lampu kendaraannya
Suasana berkabut di Jalan KRT Pringgodiningrat, Sleman pada Kamis (31/8). Nampak dari beberapa pengguna jalan menyalakan lampu kendaraannya

RADAR JOGJA - Kabut tebal kembali turun di kabupaten Sleman dan sekitarnya pada Kamis (31/8) pagi hari ini. Masyarakat pun dihimbau untuk waspada dan berhati-hati ketika berkendara. Sebab jarak pandang dapat menurun akibat kabut.

 

 

Pantauan Radar Jogja, kabut terlihat lebih tebal dibandingkan beberapa waktu lalu. Cuaca pun terlihat mendung, sehingga meski sudah cukup siang kabut tetap nampak. Kabut yang cukup tebal ini juga membuat sebagian masyarakat heboh.

 

Salah satunya Dwi, warga kalurahan Sumberadi, Mlati, Sleman ini sempat mengira kalau kabut tersebut merupakan asap pembakaran sampah. Karena menurutnya akhir-akhir ini banyak orang membakar sampah imbas dari penutupan TPA Piyungan.

 

 

"Awalnya saya kira asap pembakaran sampah. Bangun tidur tiba-tiba kok sudah tebal (kabutnya), tapi ternyata bukan, soalnya udaranya seger," ujar Dwi.

 

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi dan Geofisika BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas menerangkan, fenomena kabut bisa terjadi jika kondisi atmosfer yang mendukung untuk terbentuknya kabut. Terlebih ketika kandungan udara dekat permukaan tanah cukup jenuh dengan uap air. 

 

 

Dijelaskannya, ketika terjadi kabut biasanya kandungan uap air di dalam udara mempunyai kelembaban udara mendekati 100 persen. Jika kandungan udara yang cukup jenuh itu berada pada daerah yang suhu udaranya cukup dingin dibawah titik beku, maka uap air akan berkondensasi. "Sehingga terbentuklah kabut seperti di kabupaten Sleman," terangnya.

 

 

Ia meminta, agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap fenomena kabut tersebut. Namun harus tetap waspada, karena dengan adanya kabut bisa membuat jarak pandang menurun. Karena itu masyarakat perlu untuk selalu menyalakan lampu kendaraan ketika bepergian pada pagi hari.

 

 

Selain itu, lanjut Reni, masyarakat juga dihimbau untuk menjaga kesehatan tubuh. Karena suhu udara bisa berfluktuasi dengan cepat. Terkadang bisa dingin sekali pada pagi hari. Kemudian menjadi sangat panas ketika siang hari."Kami imbau masyarakat banyak minum air putih dan mengkonsumsi vitamin untuk menjaga kesehatan tubuh," katanya. (inu)

Editor : Heru Pratomo
#Sleman #kabut #BMKG