SLEMAN - Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan mendapatkan alokasi dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Kelautan Perikanan senilai Rp. 1,5 miliar pada tahun ini. Adapun penggunaan anggaran tersebut dilakukan untuk optimalisasi unit pengolahan ikan (UPI).
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Suparmono mengatakan, bantuan DAK itu menyasar lima UPI yang tersebar di lima titik. Yakni UPI Citra Rasa di Klaci 2, Margoluwih, Seyegan; UPI Mina Kepis di Burikan, Sumberadi, Mlati; UPI Mina Taruna di Kembang, Wonokerto, Turi; UPI Sarimina di Sempu, Pakembinangun, Pakem; dan UPI Mino Ngudi Lestari di Nayan, Maguwoharjo, Depok.
Pram menjelaskan, bedah UPI itu meliputi rehabilitasi bangunan UPI dan bantuan peralatan pengolahan. Untuk pelaksanaan bedah, ia mengaku, sudah selesai pada akhir bulan Juli lalu. Namun khusus untuk UPI Citra Rasa yang direhabilitasi hanya ruang produksi. Serta pengelolaan asap hasil dari pembakaran kayu bakar.
"Dengan bantuan Bedah UPI ini diharapkan alur proses produksi bisa memenuhi standar GMP/SSOP (standar prosedur operasi sanitasi). Sehingga akan meningkatkan mutu produk olahan yang dihasilkan oleh poklahsar, mempunyai sertifikat kelayakan pengolahan (SKP) agar memiliki nilai jual yang tinggi," ujar Pram kepada Radar Jogja, Selasa (29/8).
Diterangkannya, sejak tahun 2022 bidang perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman memiliki sebanyak 50 UPI binaan. Terdiri dari UMKM olahan ikan dan kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar) dengan produksi hingga 125 kg produk olahan ikan.
Produk yang dihasilkan UPI di kabupaten Sleman, lanjut Pram, diantaranya nugget, bakso, keripik ikan, siomay, pempek, pepes, dan berbagai olahan ikan lainnya. Dari hasil produk tersebut nilai jual dari berbagai olahan ikan itu mencapai Rp 18,78 miliar.
"Hingga saat ini UPI di kabupaten Sleman terus berproses untuk menghasilkan produk olahan yang memenuhi keamanan pangan dengan mengikuti fasilitasi perijinan," tegas Pram.
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan, masyarakat harus rutin mengkonsumsi produk olahan ikan. Hal itu menurutnya penting karena dengan mengkonsumsi produk-produk olahan ikan dapat mencegah terjadinya stunting atau kurang gizi di bagi anak-anak.
"Biasakan anak-anak untuk gemar makan ikan, karena di Sleman ini (produksi) ikannya juga banyak. Kalau anak kurang suka ikan, bisa dibikin olahan seperti nugget dan lainnya," terang Kustini. (inu)
Editor : Amin Surachmad