Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Duh… Ternyata Jumlah Pos dan Personel Damkar di Sleman Masih Minim, Ada Empat Kapanewon Perlu Ditambah

Iwan Nurwanto • Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:57 WIB

SEMPROT: Praktik dalam pendidikan kilat pemadam kebakaran yang dilaksanakan Satpol PP Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu. (Dok Satpol PP Sleman)
SEMPROT: Praktik dalam pendidikan kilat pemadam kebakaran yang dilaksanakan Satpol PP Kabupaten Sleman beberapa waktu lalu. (Dok Satpol PP Sleman)

SLEMAN - Jumlah pos maupun personel pemadam kebakaran (damkar) di Kabupaten Sleman ternyata masih jauh dari ideal. Ada kekurangan sampai ratusan personel dan pos di empat kapanewon. Itu agar penanganan kebakaran di Sleman bisa benar-benar maksimal.

Kepala Seksi Operasional dan Investigasi (Ops) Bidang Damkar Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sleman Nawa Murtiyanto mengatakan, Kabupaten Sleman membutuhkan setidaknya 6 pos dan 180 personel damkar agar bisa ideal dalam penanganan kebakaran.

Saat ini baru ada 2 pos. Juga, baru memiliki 41 personil damkar di Bumi Sembada.

Baca Juga: Biar Nggak Nuthuk, Dishub Sleman Bakal Pasang Papan Informasi Tarif Sesuai Perda 

Ia merinci, dua pos damkar yang telah dimiliki oleh Pemkab Sleman berada di Kapanewon Godean dan Kapanewon Sleman. Sementara untuk wilayah yang dinilai membutuhkan kehadiran pos damkar ada empat wilayah. Di antaranya, Kapanewon Depok, Prambanan, Pakem,ndan Turi atau Pakem.

"Idealnya di Kabupaten Sleman ada enam pos damkar dan 180 personel operasinal damkar. Namun saat ini baru ada dua dan 41 personel," ujar Nawa kepada Radar Jogja, Rabu (23/8).

Di sisi lain, Nawa mengimbau  masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau panjang seperti sekarang. Sebab, minimnya curah hujan dapat meningkatkan potensi kebakaran lahan. Apalagi, dengan banyaknya aktivitas masyarakat yang membakar sampah. 

Baca Juga: Ujicoba Larangan Sepeda Motor Lewati Underpass Kentungan dan Jombor Berakhir, Polresta Sleman : Masih Dilanjut

Melihat situasi pada tahun ini, jumlah kebakaran lahan di Sleman disebut mengalami kenaikan signifikan. Tercatat dari bulan Januari sampai Agustus sudah ada 104 kejadian kebakaran lahan. Sementara tahun lalu hanya ada 77 kejadian kebakaran lahan.

Nawa menyebut, penyebab kasus kebakaran lahan di Sleman mayoritas karena kelalaian manusia. Berupa meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan. Sehingga api merembet ke benda-benda yang mudah terbakar.

Baca Juga: Pembakaran Sampah Dilarang, Satpol PP Sleman Siapkan Sanksi Administrasi Hingga Denda

"Bulan Agustus-September merupakan puncak musim kemarau, masyarakat perlu memperkuat pengawasan pembakaran sampah agar tidak menimbulkan kebakaran," beber Nawa. 

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono menyampaikan, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, ia menghimbau agar masyarakat bersiap menghadapi bencana kekeringan. Serta mewaspadai adanya potensi kebakaran lahan.

"Kemarau kami prediksikan sampai akhir Oktober," katanya. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#Sleman #pemadam kebakaran #Satuan Polisi Pamong Praja