SLEMAN - Climate change atau bahaya perubahan iklim dan polusi udara yang semakin merajalela disorot kalangan mahasiswa. Mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Nusantara, puluhan pelajar dari berbagai kampus di Jogjakarta melaksanakan pengibaran bendera Merah-Putih sekaligus kegiatan bersih-bersih di Bunker Kaliadem pada Kamis (17/8). Sebagai wujud kampanye agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.
Ketua Panitia Upacara Mickhael Alejayu mengatakan, kegiatan tersebut didasari atas keresahan para mahasiswa terhadap krisis iklim serta bahaya polusi di Indonesia.
Menurutnya, Indonesia kini sedang menghadapi ancaman terhadap kondisi lingkungan. Salah satunya di Jakarta yang tengah menghadapi bahaya polusi udara.
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan supaya tidak terkena dampak dari krisis iklim maupun polusi udara. Pihaknya pun mengusung tema persatuan, hal itu diwujudkan dengan penggunaan pakaian adat dari masing-masing asal mahasiswa peserta upacara.
"Misi khusus kami dalam kegiatan ini adalah berkaca dari teman-teman kita di Jakarta, yang dimana mereka sudah merasakan polusi udara. Kami berharap agar hal itu tidak terjadi di Jogja," ujar Mickhael kepada Radar Jogja, Kamis (17/8).
Sebagai informasi, kualitas udara di Jogjakarta khususnya kabupaten Sleman memang sedang tidak baik-baik saja. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sleman Epiphana Kristyani sebelumnya menyampaikan, buruknya kualitas udara di Bumi Sembada bisa disebabkan oleh beberapa faktor.
Di antaranya, aktivitas kendaraan yang menghasilkan polusi. Selain itu, dapat juga disebabkan karena kurangnya penghijauan di sebuah wilayah. Kemudian juga disebabkan karena banyaknya kendaraan-kendaraan besar dan adanya aktivitas pembakaran sampah imbas dari ditutupnya TPA Piyungan.
Atas kondisi itu, ia mengimbau masyarakat selalu memakai masker di daerah yang memiliki kualitas udara buruk. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk gencar melakukan penanaman pohon untuk menambah kadar oksigen di wilayahnya masing-masing. Serta tidak melakukan pembakaran sampah.
"Dengan menanam pohon, selain menambah kadar O² (oksigen) di lingkungan juga sekaligus mengurangi kadar polutan di daerah," katanya. (inu)
Editor : Amin Surachmad