Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ingin Rayakan HUT RI di Gunung Merapi ? Ini Rekomendasi dari BPBD Sleman

Iwan Nurwanto • Selasa, 15 Agustus 2023 | 17:27 WIB

 

BERAWAN: Pesona Gunung Merapi dilihat dari Kalurahan Kepuharjo belum lama ini. Suasana tampak cerah dan berangin. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
BERAWAN: Pesona Gunung Merapi dilihat dari Kalurahan Kepuharjo belum lama ini. Suasana tampak cerah dan berangin. (MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)

SLEMAN - Dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia masyarakat tak jarang memilih lokasi-lokasi yang ekstrim. Salah satu lokasi yang kerap menjadi jujugan adalah Gunung Merapi. Namun bolehkah tahun ini masyarakat melaksanakan perayaan di gunung berapi teraktif di Indonesia itu ? Berikut penjelasan dari instansi resmi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan mengatakan, perayaan HUT ke-78 RI di kawasan Gunung Merapi boleh dilaksanakan. Namun harus diluar zona berbahaya yang direkomendasikan.  

Menurut Makwan, potensi bahaya di kawasan Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas. Pada sektor selatan hingga barat daya wilayah radiusnya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer; Sungai Bedog,Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.

Kemudian untuk sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal lima kilometer. Sedangkan untuk lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan dapat menjangkau tiga kilometer dari puncak.

"Masyarakat kami himbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Salah satunya mengibarkan bendera di puncak Gunung Merapi," ujar Makwan kepada Radar Jogja, Selasa (15/9/2023).

Ia menyatakan, larangan perayaan HUT ke-78 di puncak Gunung Merapi itu dikeluarkan juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih saat ini gunung Merapi juga masih masuk dalam status siaga tiga. Sebagai alternatif, menurutnya masyarakat bisa merayakan kemerdekaan di kawasan aman seperti Bukit Turgo atau Bukit Klangon.

Makwan pun mengimbau , agar masyarakat sebisa mungkin untuk tidak melakukan aktivitas dan menghindar dari kawasan-kawasan berbahaya. Ia juga meminta agar masyarakat bisa mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi merapi. Serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi bisa segera ditinjau kembali," tandas Makwan. (inu/bah)

Editor : Bahana.
#Yogya Merapi #Gunung Merapi #Erupsi Merapi #Merapi