Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Udara Jogja Terasa Dingin, Dinkes Sleman: Waspadai Penyakit Batuk Hingga Diare

Iwan Nurwanto • Senin, 14 Agustus 2023 | 22:31 WIB
HANGAT: Warga membuat api unggun. Suhu di Jogjakarta dingin pada malam hari dalam beberapa waktu terakhir. (GUNTUR AGAR TIRTANA/RADAR JOGJA)
HANGAT: Warga membuat api unggun. Suhu di Jogjakarta dingin pada malam hari dalam beberapa waktu terakhir. (GUNTUR AGAR TIRTANA/RADAR JOGJA)

SLEMAN - Terasanya udara dingin di wilayah Jogjakarta beberapa hari ini ternyata perlu diwaspadai. Karena membawa berbagai potensi penyakit. Berikut beberapa jenis penyakit yang mungkin timbul selama suhu udara dingin menurut Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pada musim kemarau yang membawa udara dingin seperti sekarang jenis penyakit yang perlu diwaspadai adalah yang ditularkan melalui udara (airbone). Contohnya, seperti batuk dan influenza yang menyerang sistem pernafasan manusia. Namun, perlu diwaspadai pula penyakit lain seperti diare, gatal-gatal, dan penyakit mata.

Yuli sapaanya menyampaikan, berbagai upaya bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah berbagai jenis penyakit tersebut. Salah satu yang cukup penting adalah dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.

Kemudian, lanjutnya, ketika udara terasa dingin di kulit masyarakat juga perlu memakai baju hangat. Lalu ketika siang hari juga diimbau untuk menggunakan krim agar kulit tidak gatal, kering atau pecah-pecah.

Selain itu penting juga untuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan. Karena merupakan upaya mencegah debu masuk ke saluran pernafasan dan meminimalisasi penularan penyakit ketika sedang sakit.

"Selain itu perlu juga membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan melakukan aktivitas fisik untuk menjaga stamina agar tetap sehat dan fit," ujar Yuli kepada Radar Jogja, Senin (14/8).

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Reni Kraningtyas menyampaikan, terhitung dari tanggal 9 sampai dengan 14 Agustus 2023 pihaknya mencatat suhu terendah di wilayah Jogjakarta bisa menyentuh sampai 19,2 derajat Celcius pada malam dan pagi hari. Sementara untuk suhu tertinggi rata-ratanya menyentuh suhu 30 sampai dengan 32 derajat Celcius.

Menurut Reni, dinginnya suhu udara beberapa hari terakhir ini disebabkan karena pada saat ini wilayah DIY masih memasuki periode musim kemarau. Sehingga, gerak semu matahari pun berada di sisi belahan bumi bagian utara.

Kondisi itu membuat belahan bumi pada sisi selatan mengalami musim dingin. Pada saat musim kemarau tutupan awan juga relatif sedikit dan membuat proses pendinginan bumi menjadi sangat cepat.

"Kondisi tersebut mengakibatkan DIY terasa dingin. Berdasarkan hasil pantauan kami suhu terendah bisa mencapai 19,2 derajat Celcius," terang Reni. (inu)

Editor : Amin Surachmad
#derajat celcius #Udara dingin #musim kemarau