Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Manfaat Pengobatan Terapi Listrik Priyono: Buya Syafii Maarif Minta Diterapi, Terpaksa Bolos saat Kerja di UNY

Amin Surachmad • Minggu, 13 Agustus 2023 | 09:34 WIB

NIAT TETULUNG: Priyono di tempat praktik Cahaya Usada Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman. (Amin Surachmad/Radar Jogja)
NIAT TETULUNG: Priyono di tempat praktik Cahaya Usada Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman. (Amin Surachmad/Radar Jogja)

 

RADAR JOGJA - Terapi listrik jarang dijumpai. Terapi alternatif untuk kesehatan ini mampu meringankan atau, bahkan, menghilangkan sejumlah penyakit.


Metode pengobatan terapi listrik ini diterapkan oleh Supriyana. Dia membuka tempat praktik bernama Cahaya Usada di Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping, Sleman.

"Aman. Terapi listrik untuk kesehatan ini sangat aman," ungkap Priyono, sapaan akrab Supriyana, saat ditemui di tempat praktiknya.

Peralatan untuk terapi listrik terbilang simpel. Hanya ada dua kotak tipis sejenis aluminium yang dilapisi semacam bahan anti setrum. Alat itu disalurkan ke aliran listrik menggunakan kabel.

Baca Juga: Segudang Khasiat Bunga Wijayakusuma 'Si Ratu Malam' Bagi Kesehatan

Kotak tipis itu cukup untuk meletakkan dua telapak kaki. Satu kotak untuk dua kaki pasien. Satu kotak lagi untuk kaki Priyono.

Saat terapi, telapak tangan Priyono mengalirkan listrik. Telapak tangannya lantas diusapkan ke tubuh pasien.

Pasien dapat merasakan aliran listrik dari telapak dan jari Priyono. Itu dilakukan untuk melemaskan otot-otot dan melancarkan peredaran darah. Juga, membantu meringankan penyakit yang diderita pasien.

"Kalau sembuh total, ya, nggak bisa. Saya hanya membantu. Yang menyembuhkan itu Tuhan Yang Mahakuasa. Itu pesan dari Pak Syafii," kata Priyono. 

Baca Juga: Jangan Dianggap Remeh, Akar Pohon Kelapa Banyak Khasiatnya

Pak Syafii yang dimaksud Priyono adalah almarhum Prof Ahmad Syafii Maarif. Yakni, mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, guru besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan tokoh nasional.

Priyono mengaku beberapa kali diminta menerapi tokoh yang biasa disebut Buya Syafii tersebut. Pakai terapi listrik.

Itu terjadi sekitar tahun 2010. Dia menerapi Buya Syafii di Masjid Nogotirto. Masjid itu dekat dengan rumah Buya Syafii di Perumahan Nogotirto, Gamping, Sleman.

"Saya menerapi beliau di masjid. Ada seperti kamar. Ya, di situ," ujarnya.

Baca Juga: Ini Sebelas Manfaat Mandi Pagi, Perbaiki Suasana Hati Hingga...

Kebetulan, saat itu tinggal lumayan dekat dengan rumah Buya Syafii. Yakni, di Nusupan, Trihanggo, Gamping, Sleman. Kalurahannya berdampingan.

Kebetulan pula, saat itu Priyono bekerja di UNY. Tapi, dia tidak tahu sama sekali. Di UNY pula dia belajar terapi listrik. Dari temannya di kantor yang bernama Iskandar Subronto.

Priyono masih ingin pesan yang disampaikan Buya Syafii di sela terapi. Pesan itu masih diingatnya hingga kini.

"Kalau membantu, siapapun dibantu. Ingat, tidak boleh lupa mengingat Tuhan Yang Mahaesa. Nomor satu bismillah," ungkapnya.

Baca Juga: Tips Pola Hidup Sehat Hindari dari Penyakit Diabetes Melitus

Priyono menambahkan, Buya Syafii juga berpesan agar tidak menentukan tarif. Terima dengan ikhlas berapapun yang diberikan oleh siapapun yang diterapi.

"Niat tetulung. Harus selalu ikhlas. Kamu hanya perantara, yang menyembuhkan itu Allah," katanya.

Ada banyak orang yang datang ke tempat praktik Priyono. Apalagi, dia dianggap dapat meringankan atau bahkan mengobati banyak penyakit.

Setidaknya, dia biasa menangani 13 penyakit yang sering dikeluhkan pasien. Yakni, stroke, darah tinggi, sakit jantung, asam urat, keseleo, urat kejepit, vertigo, dan migrain. Juga, lambung, mata rabun, sakit gigi, sakit kepala, dan masuk angin.

"Semua saya terima dengan tangan terbuka. Saya membantu mengobati sebisa saya. Tentu, dengan ridho Allah," katanya.

Selain Buya Syafii, menurutnya, ada sejumlah tokoh yang pernah diterapinya. Di antaranya, pelawak Ngabdul dan Poniman, serta penyiar RRI Yogyakarta Duryat Subekti.

Priyono biasa berkomunikasi dengan calon pasien dan pasien melalui aplikasi berbagi pesan Whatsapp dengan nomor 0857-3921-4069. "Tengah malam pun, insyaallah saya siap membantu. Banyak yang datang malam-malam," jelasnya.

 

Editor : Amin Surachmad
#darah tinggi #Syafii Maarif #UNY #stroke #terapi alternatif