RADAR JOGJA - Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman mulai bergerak menindaklanjuti kasus keracunan yang menimpa delapan siswa pada salah satu sekolah dasar swasta di pada Rabu (9/8). Instansi itu telah memperketat pengawasan jajanan anak supaya kasus serupa tidak kembali terulang.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryana mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan imbauan kepada sekolah-sekolah di Sleman untuk memperketat pengawasan terhadap jajanan sekolah.
Selain itu, pihak sekolah diminta untuk aktif berkoordinasi dengan puskesmas atau dinas kesehatan agar rutin melakukan pemantauan.
Ery menyampaikan, pemantauan terhadap makanan atau jajanan sekolah tersebut penting dilakukan. Ini agar anak-anak di Kabupaten Sleman bisa benar-benar terlindungi dari jajanan yang tidak sehat.
Di samping itu, ia juga meminta agar para guru bisa mendata para pedagang yang biasa berjualan di sekitar kawasan sekolah.
"Kami berharap dengan pemantauan yang ketat anak-anak bisa terlindungi dari jajanan yang tidak sehat. Para pedagang juga dimohon betul-betul didata oleh sekolah untuk bisa bekerjasama mewujudkan makanan yang sehat," ujar Ery kepada Radar Jogja, Kamis (10/8).
Sebagaimana diketahui sebelumnya, sebanyak delapan anak SD Muhammadiyah di Kabupaten Sleman harus mendapat perawatan di puskesmas karena keracunan makanan. Para siswa tersebut mengalami keracunan pada Rabu (9/8) siang usai mengkonsumsi minuman yang dibeli dari kantin sekolah.
Ery membeberkan, minuman tersebut merupakan jajanan yang dititipkan di kantin sekolah. Minuman itu dikemas dalam gelas plastik layaknya tren minuman sekarang. Diketahui, sudah dua minggu pedagang dari luar sekolah itu memasarkan produknya di kantin tersebut.
"Alhamdulillah semua (siswa yang keracunan) sudah sehat. Dan tidak ada hal-hal yang perlu dikhawatirkan lagi," tandasnya. (inu)
Editor : Amin Surachmad