RADAR JOGJA - Pergaulan remaja zaman sekarang memang kerap meresahkan masyarakat dan pemerintah. Contohnya, di Kabupaten Sleman, ruang publik seperti Lapangan Denggung dan Lapangan Pemda justru digunakan para anak baru gede (ABG) untuk berbuat mesum. Minimnya penerangan di ruang publik disebut menjadi salah satu penyebabnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Sleman Shavitri Nurmala Dewi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, area publik milik Pemkab Sleman memang kerap digunakan untuk berbagai kegiatan.
Contohnya, ungkapnya, ketika sore dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat berolahraga. Kemudian dari sore sampai malam juga banyak anak-anak muda nongkrong karena tersedia fasilitas wifi gratis dan tempat duduk.
Ia pun tak menampik bahwa sebagian anak muda yang nongkrong di Lapangan Pemda, Lapangan Denggung, dan sebagian kompleks kantor pemerintahan itu juga digunakan untuk melakukan kegiatan tak senonoh. Terlebih, pada area-area ruang publik yang minim penerangan dan memiliki bangku di trotoar.
Pantauan Radar Jogja, beberapa ruang publik Pemkab Sleman memang bisa dibilang minim penerangan ketika malam hari. Contohnya di sisi selatan Lapangan Pemda Sleman dan sebagian wilayah barat area di Lapangan Denggung.
"Betul (ada kegiatan mesum). Area lapangan pemkab sleman memang sering digunakan untuk tempat berolahraga sampai Magrib dan efeknya malam pun masih banyak yang nongkronnongkrong," ujar wanita yang akrab disapa Evhie itu kepada Radar Jogja, Kamis (10/8).
Evhie menyatakan, terkait dengan fenomena tersebut pihaknya sudah melakukan berbagai upaya antisipatif. Diantaranya dengan rutin melakukan patroli pembubaran remaja-remaja nongkrong dari pukul 21.00 sampai 22.00 serta pada pukul 01.00 sampai 02.00 dini hari.
"Selain itu kami juga bekerjasama dengan satpam BNN untuk memantau lapangan pemda," sambung Evhie. (inu)
Editor : Amin Surachmad