RADAR JOGJA - Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas di Underpass Kentungan marak terjadi beberapa waktu terakhir ini. Polres Sleman menyebut penyebab kasus kecelakaan di tempat itu karena kurangnya penerangan dan kurang hati-hatinya pengendara. Berbagai upaya pun diusulkan agar kejadian kecelakaan bisa ditekan.
Kasat Lantas Polres Sleman AKP Setyabudi mengatakan, dari catatan pihaknya selama bulan Januari hingga Juli sudah ada sebanyak sembilan kasus kecelakaan lalu lintas di underpass Kentungan. Dari banyaknya kasus kecelakaan tersebut semuanya menimpa kendaraan roda dua.
Gunawan menyebut, ada beberapa faktor kenapa underpass kentungan sering terjadi kecelakaan. Di antaranya karena minimnya penerangan di bawah jembatan, kemudian seringnya pengendara memacu kendaraan ketika melewati turunan, serta kurangnya konsentrasi para pengendara kendaraan ketika melewati underpass.
"Sebenarnya memang sudah banyak lampunya, namun kalah terang dengan sinar matahari (silau). Selain itu, khususnya motor juga sering kecepatan tinggi ketika turun," ujar Gunawan saat dikonfirmasi, Selasa (1/8).
Terkait dengan kondisi tersebut, Gunawan mengaku, pihaknya bersama dengan stakeholder terkait sudah melakukan koordinasi melalui forum lalu lintas. Hasil dari kegiatan itu ada beberapa usulan yang sudah diajukan oleh stakeholder terkait untuk mencegah terjadinya kecelakaan di underpass Kentungan.
Adapun di antaranya, lanjut Gunawan, penambahan lampu penerangan sudah dilakukan sebanyak enam titik pada sisi utara dan selatan underpass. Kemudian ada usulan penambahan tundaan jalan agar sepeda motor melewati atas jembatan underpass. Serta penambahan pita kejut di sisi barat dan timur pada jalur masuk bawah jembatan.
"Terkait dengan penambahan tundaan atau pita kejut masih dalam kajian dan survei," ujar Gunawan. (inu)