SLEMAN - Polda DIY mengungkap aktivitas tidak wajar yang dilakukan korban mutilasi Redho Tri Agustian dengan kedua pelakunya yakni Waliyin dan RD. Saat ini, jenazah Redho masih berada di RS Bhayangkara Kalasan. Sudah dilakukan tes DNA terhadap Redho dan orang tuanya dengan hasil yang identik sama.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIJ Kombes Pol FX Endriadi mengatakan, pengembalian jenazah Redho ke keluarga menjadi kewenangan RS Bhayangkara. "Itu (aktivitas tidak wajar, Red) kekerasan berupa pemukulan begitu keterangan dari pelaku," katanya kepada wartawan, Senin (31/7).
Sementara itu, Endriadi juga memastikan jika korban mutilasi ialah Redho yang merupakan mahasiswa UMY yang sempat dikabarkan menghilang beberapa waktu lalu. Tes DNA Redho juga sudah ke luar pada Minggu (30/7) malam.
"Sudah ke luar (hasil tes DNA, Red). Jadi antara sample orang tua dengan hasil tes DNA tulangnya itu identik satu. Jadi, potongan-potongan tubuh itu satu tubuh lah," tambahnya.
Diketahui, Redho menjadi korban mutilasi dua pelaku yakni Waliyin dan RD di sebuah kos di Dusun Krapyak, Triharjo, Sleman. Potongan tubuh Redho dibuang oleh kedua pelaku di beberapa lokasi. Seperti di Tempel dan Turi Sleman.
Waliyin merupakan warga Magelang sedang RD merupakan warga Jakarta. Keduanya sekarang mendekam di balik jeruji besi Mapolda DIY. Sebelumnya keduanya ditangkap di Bogor, Jawa Barat. (cr3)
Editor : Amin Surachmad