Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Redho Tri Agustian Korban Mutilasi Waliyin Ternyata Sedang Mendapat Beasiswa Meneliti Perilaku LGBT

Bintang Pradewo • Kamis, 27 Juli 2023 | 13:10 WIB
SUKA: Para mahasiswa UMY menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk almarhum Redho di Kampus UMY. (Istimewa)
SUKA: Para mahasiswa UMY menggelar aksi solidaritas dan doa bersama untuk almarhum Redho di Kampus UMY. (Istimewa)

RADAR JOGJA - Kasus mutasi dengan korban Redho Tri Agustian di Sleman masih menyisakan misteri. Namun, ada sedikit hal yang mulai terbongkar. Salah satunya soal grup tak wajar yang disebutkan aparat kepolisian soal motif dari pembunuhan sadis itu. Di mana, pelakunya yakni Waliyin dan RD. 

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengungkap informasi aktivitas keseharian mahasiswa Fakultas Hukum UMY asal Pangkalpinang itu di kampus. Ada kemungkinan berkaitan dengan motif kematiannya.

Wakil Rektor V Bidang Kerjasama dan Internasional UMY Prof Dr Achmad Nurmandi MSc mengungkapkan, Redho Tri Agustian adalah mahasiswa UMY penerima dana hibah penelitian mahasiswa. Yakni, program dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek Republik Indonesia Tahun 2023.

Topik penelitian yang diajukan oleh almarhum adalah mengenai perilaku menyimpang kaum gay (LGBT). Penelitian itu mengharuskan korban mengumpulkan data primer dengan berinteraksi dan memasuki kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan kelompok LGBT.

Informasi yang didapat Prof Achmad Nurmandi menyebutkan bahwa Redho Tri Agustian mencoba memasuki kelompok atau Individu yang terlibat LGBT melalui media sosial Facebook.

"Dari fakta-fakta tersebut bisa diyakini bahwa isu-isu miring mengenai Almarhum saat ini bisa dikatakan tidak benar," tegas salah satu Pimpinan di Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah seperti diberitakan Babel Pos (Jawa Pos Grup), Selasa (25/7).

Prof Achmad Nurmandi menduga kedua pelaku ini menjadi responden penelitian dari korban. Ini mengingat kedua pelaku pembunuhan adalah seorang penjual kerupuk dan pelayan rumah makan. Di mana, aktivitas keseharian mereka tidak ada hubungan yang berimbang dengan aktivitas Redho Tri Agustian sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi dan sebagai peneliti muda.

"Kemungkinan kedua pelaku ini responden penelitian korban tentang LGBT itu," cetus pria asal Belinyu, Bangka, ini.

Prof Achmad Nurmandi menambahkan, saat kuliah Redho Tri Agustian dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi. Korban yang mengambil jurusan hukum aktif sebagai Pengurus BEM dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di lingkup UMY.

Almarhum Redho juga menjadi Ketua Tim Peneliti dalam Program Young Sustainable Initiative (YSI). Yaitu, Cococ Villagepreneur: Penguatan Kapasitas Wirausaha Olahan Kelapa di Desa Jatimulyo Dalam Rangka Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Desa Tahun 2023.

Bahkan, pada hari terakhir sebelum hilang, korban masih aktif mengikuti kegiatan di kampua. Salah satunya, rapat persiapan pelaksanaan Masa Taaruf (MATAF) UMY untuk mahasiswa baru tahun 2023 hingga malam hari. Setelah rapat tersebut, korban pulang ke kostnya dan kemudian pergi keluar dijemput oleh para pelaku pembunuhan.

 

 

Editor : Amin Surachmad
#mutilasi #Muhammadiyah #waliyin #Redho Tri Agustian