Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lampu Kos Waliyin Pelaku Mutilasi Masih Menyala, Garis Polisi Masih Terpasang

Alfa Kamila • Kamis, 27 Juli 2023 | 10:01 WIB
GARIS POLISI: Rumah kos yang ditempati Waliyin, salah satu pelaku mutilasi di Dusun Krapyak RT 04, Triharjo, Sleman.
GARIS POLISI: Rumah kos yang ditempati Waliyin, salah satu pelaku mutilasi di Dusun Krapyak RT 04, Triharjo, Sleman.

 

RADAR JOGJA - Tak terasa, dua pekan sudah berlalu sejak ditemukannya potongan jasad Redho Tri Agustian, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Penemuan itu terjadi pada 12 Juli 2023 lalu.

Kepolisian terus bekerja keras mengungkap kasus ini. Polisi sudah menangkap dua pelaku mutilasi. Mereka adalah Waliyin dan RD. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan dan mutilasi terhadap Redho.

Kasus yang menggemparkan tersebut terjadi di rumah kos yang disewa oleh Waliyin. Lokasinya di RT 04 RW 19 Dusun Krapyak, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, Daerah Istimewa Jogjakarta. 

Saat dikunjungi JawaPos.com Rabu (26/7), suasana di lingkungan sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut tampak lengang. Tak banyak warga yang berlalu-lalang. Rumah kontrakan itu masih dipasangi garis polisi berwarna kuning.

Lingkungan tempat kontrakan Waliyin tersebut terkesan sepi. Terlebih, rumah kos tersebut berada di dalam gang sempit dan gelap.

’’Di sini memang sepi, warganya sedikit. RT 04 paling sedikit warganya,” kata Ngatijo, Ketua RT setempat, saat ditemui.

Untuk menuju rumah kos Waliyin, harus melewati gang yang berada di tengah-tengah lahan lebat dan minim penerangan. Lingkungan sekitar rumah kos Waliyin pun tak diterangi pencahayaan yang cukup. Namun, di dalam rumah tersebut tampak lampu masih menyala.

Tetangga sekitar rumah kos itu juga menutup pintu. Tak tampak seorang pun keluar dari rumah kecuali pemilik kos, yang rumahnya hanya berjarak satu kamar kos dari kamar Waliyin.

Jalanan dusun lokasi kos W juga terkesan sepi. Hanya beberapa orang yang berjalan saat hendak ke masjid atau musala. Ngatijo sebagai Ketua RT pun tak menyangkal soal ini. Menurutnya, selain karena jumlahnya yang sedikit, warga di wilayahnya pun kini merasa cemas usai kasus itu terungkap. ’’Kamimerasa takut, cemas atas kejadian ini, dan kurang nyaman sekarang,” ungkap dia.

Meski begitu, kata Ngatijo, hubungan warga antara satu dengan yang lain, termasuk kepada pemilik kos, masih terjalin dengan baik. ’’Biasa aja, sama pemilik kos biasa, cuma ya gimana ya, perasaan agak anu sedikit,” paparnya.

Seperti diketahui, Waliyin bersama rekannya RD telah melakukan pembunuhan dan mutilasi kepada Redho, yang kemudian potongan tubuhnya ditemukan pada 12 Juli 2023.

Menurut keterangan kepolisian, kedua pelaku dan korban saling mengenal dari sebuah komunitas yang tak wajar. Bahkan, menyebab kematian Redho pun disebut akibat aktivitas yang tidak wajar. Namun, pihak kepolisian masih belum merinci terkait hal tersebut.

Editor : Amin Surachmad
#mutilasi #waliyin #Redho Tri Agustian