Kapolsek Berbah Kompol Parliska Febrihanoto menyampaikan, salah satu yang menjadi kendala dan acap kali menjadi momok bagi pemohon SIM adalah melewati lintasan berkelok, zig-zag dan angka delapan. Tak sedikit pemohon gagal pada praktik ini. Salah satu faktornya kurang mempersiapan diri, kurang latihan. "Sehingga adanya fasilitas ini, warga bisa memanfaatkannya untuk latihan. Tanpa dipungut biaya alias gratis," ungkapnya.
Kendati begitu, Parliska menuturkan, warga dapat berlatih asalkan memenuhi syarat. Yakni, harus mengenakan perlengkapan berkendara, membawa helm. Selain itu, warga atau calon pemohon SIM tidak datang sendiri. Melainkan harus ada kerabat yang mengantarkan yang telah memiliki SIM.
Pelatihan juga tidak dilakukan oleh calon pemohon sendiri. Melainkan didampingi oleh anggota Polsek Berbah. "Silahkan, nanti ada anggota dari Polsek Berbah yang akan mendampingi, sampai bisa," ujarnya.
Inovasi penyediaan lintasan latihan praktik uji SIM ini digagas oleh Kapolda DIJ Irjen Pol Suwondo Nainggolan belum lama ini. Hal ini sebagai wujud meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat. Lantaran banyaknya aduan masyarakat yang kesulitan atau gagal saat ujian praktek pembuatan SIM sehingga harus mengulang-ulang dan mengolor waktu tes yang panjang.
"Oleh sebab itu, adanya lintasan ini, diharapkan warga yang ingin membuat sim dapat latihan terlebih dahulu. Sehingga ketika ujian praktek mereka sudah siap," kata Irjen Sowondo.
Kabidhumas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menambahkan, inovasi dari Kapolda DIJ ini nantinya diaplikasikan di mapolsek sejajaran Polda DIJ yang memiliki halaman luas. "Polsek-polsek yang memiliki halaman luas nanti dibuat fasilitas untuk berlatih ujian praktik berkendara sepeda motor, agar pemohon bisa lulus sewaktu ujian praktik," ubgkapnya. (mel/bah) Editor : Editor Content