Hal ini berkaca dari beberapa pagelaran musik di Indonesia belakangan terpaksa dibatalkan lantaran banyaknya korban pingsan karena berdesakan. Untuk itu, Dinas Pariwisata turut menggandeng beberapa pihak lainnya. Agar pagelaran Ngayogjazz tak menimbulkan korban.
"Kami sudah siapkan kemarin. Sudah koordinasi dengan panitia untuk mengantisipasi itu. Pleno juga dilakukan dengan aparat keamanan dan Satpol PP," jelasnya saat ditemui di salah satu hotel di Jalan Palagan, Ngaglik, Sleman, Jumat (11/11).
Ishadi menambahkan, sebagai upaya antisipasi pihaknya akan menggelar pelatihan mitigasi bencana dan kecelakaan. Ini ditujukan bagi panitia maupun masyarakat setempat. Menurutnya, berbagai kemungkinan bisa terjadi.
"Bagaimana nanti kalau terjadi kebakaran, karena banyak kabel-kabel di situ. Kemungkinan itu selalu ada. Besok ada pelatihan dengan panitia dan masyarakat lokal, sudah antisipasi," katanya.
Pihaknya tak menargetkan jumlah penonton yang hadir pada gelaran Ngayogjazz. Hanya saja menurutnya pagelaran ini memiliki penonton khusus yang militan.
Bahkan, banyak juga penonton yang datang dari luar daerah. Ishadi memastikan tak ada pembatasan penonton pada Ngayogjazz kali ini.
"Mungkin agak susah kalau pagelaran musik harus berjarak. Tapi diminta masing-masing penonton punya kesadaran kalau terjadi sesuatu harus bagaimana, itu jauh lebih penting," katanya (isa/dwi) Editor : Editor News