Aksi terkini adalah unjuk rasa di simpangtiga jalan Affandi. Para peserta aksi mengenakan almamater sebagai identitas kampusnya masing-masing. Aksi diawali dengan jalan kaki dari sisi barat simpangtiga jalan Affandi, Minggu siang (11/9).
"Aksi hari ini bertajuk September Melawan dengan isu bersama kenaikan BBM. Komitmen mengawal kenaikan harga BBM yang efek domino berpengaruh ke masyarakat baik harga pangan maupun transportasi," jelas Koordinator forum BEM DIY Abdulah Ariansyah ditemui di lokasi aksi, Minggu (11/9).
Lalu isu RKUHP jangan sampai lolos dengan pasal krusial yaitu komersialisasi dan kapitalisasi pendidikan terutama DPR merevisi RUU Sisdiknas.
Dia menyayangkan sikap kekeuh pemerintah. Berupa mempertahankan kebijakan kenaikan harga BBM. Padahal menurutnya, ini akan berdampak pada sejumlah harga bahan pokok.
Abdulah memastikan peserta aksi akan terus bertambah setiap harinya. Tak hanya mahasiswa tapi juga elemen masyarakat lainnya. Untuk saat ini aksi diikuti oleh sekitar 600 mahasiswa dari puluhan kampus di Jogjakarta.
"Kami berkomitmen menuntut aksi di Jogjakarta dan seluruh Indonesia hujamkan aksi di Jogja setiap hari dan bangun eskalasi lebih besar untuk menyuarakan (penolakan) kenaikan harga BBM," katanya.
Kasatlantas AKP Gunawan Setia Budi mengakui ada penumpukan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan. Ini karena ada rekayasa jalan menuju simpangtiga jalan Affandi. Seluruhnya dialihkan melalui jalan alternatif di sisi Utara, selatan maupun barat.
Untuk penjagaan, pihaknya menerjunkan sekitar 200 personel. Fokusnya melakukan rekayasa di seluruh titik penutupan jalan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Polresta Jogja dan Polda DJ.
"Penutupan jalur simpang Sagan tidak boleh ketimur, lalu utara alihkan ke Mozes Gatotkaca tembus jalan laksda Adisucipto, lalu yang bocor ke UNY akses jalan Solo bisa masuk," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News