"Agar ibu-ibu usaha ultra mikro yang menjadi anggota kelompok Meekar, usahanya bisa cepat naik kelas," ujar Pemimpin PNM Cabang Yogyakarta Azis Junaedi Sabtu (14/8) di The Praja Coffee Ngaglik Sleman.
Sejauh ini, program Meekar berjalan tanpa anggunan dengan skema bimbingan per kelompok. Setiap minggu mereka melakukan pertemuan untuk setoran angsuran sekaligus bimbingan. Dikoordinir oleh seorang account officer (AO).
Azis mengatakan antusias program Meekar di Yogyakarta relatif tinggi. Tercatat hingga bulan Juli 2022 sudah ada 118 nasabah dengan jumlah anggaran yang sudah tersalurkan sebanyak Rp348 miliar.
Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PNM Dicky Fajrian mengatakan pelatihan diharapkan berdampak kepada pengembangan kapasitas usaha nasabah.
"Dengan pelatihan ini diharapkan mereka bisa mudah mengakses informasi yang kami bagikan. Sehingga bisa membantu usaha berkembang baik," ujarnya.
Pelatihan community leaders di Yogyakarta sendiri merupakan pelatihan keempat. Sebelumnya ada pelatihan serupa di Jakarta, Bali, dan Bandung. (lan/kus) Editor : Editor Content