Adapun jumlah ternak yang tersedia, meliputi 1.075 sapi, 510 domba, dan 109 kambing. Sedangkan penjual ternak kurban di pinggir jalan, hanya ditemukan satu titik. “Sangat sedikit karena risiko terkait penyakit mulut dan kuku (PMK)," sebut Suparmono, Kepala DP3 Sleman kemarin.
Suparmono mengaku, sudah ada 55 surah keterangan kesehatan hewan (SKKH) yang diterbitkan. Untuk memastikan kelayakan hewan kurban. Sedangkan untuk rekomendasi pemotongan di luar rumah potong hewan (RPH), kewenangannya diserahkan kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (UPTD BP4). "Agar lebih dekat ke masyarakat, saat ini sedang berproses," tambahnya.
Sementara itu, petugas yang terlibat dalam pemantauan pemotongan hewan kurban sebanyak 289 orang. Terdiri dari 166 orang dari organisasi perangkat daerah (OPD), 78 orang kader keswan, 15 dokter hewan praktik mandiri, dan mahasiswa FKH UGM sebanyak 30 orang. "Sarana prasarana dan surat perintah tugas sudah disiapkan di masing-masing puskeswan dan sudah dibagikan ke personel masing-masing," jelasnya. "Untuk perwilayahan ketugasan dikoordinir penanggungjawab puskeswan," sambungnya. (cr4/eno) Editor : Editor Content