RADAR JOGJA - Pemkab Sleman bentuk tim percepatan penurunan stunting. Berjumlah 49 orang, mereka akan memiliki fungsi sebagai pengarah, pelaksana, dan sekretariat pelaksana.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menjelaskan, stunting di Sleman terendah kedua setelah Kulonprogo. Berdasarkan studi status gizi Indonesia (SSGI) 2021, stunting Kabupaten Gunungkidul menjadi yang tertinggi 20,6 persen. Disusul Bantul 19,1 persen, Kota Jogja 17,1 persen, Sleman 16 persen, dan Kulonprogo 14,9 persen. "Upaya penurunan stunting harus dilakukan bersama mulai dari hulu ke hilir,” sebutnya saat pengukuhan tim percepatan Kamis (2/6).
Kustini menyebut, pemerintah pusat menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024. Sedangkan pada 2021, capaian angka stunting di Kabupaten Sleman berada di angka 7 persen. Angka tersebut jauh lebih baik dari capaian angka target nasional.
Sementara indeks pembangunan manusia (IPM) Sleman 2021 adalah 84. Angka tersebut termasuk dalam kategori IPM sangat tinggi dan merupakan peringkat keenam nasional. "Meski begitu, kita tetap harus berupaya menekan angka stunting di Kabupaten Sleman. Kalau bisa harus zero stunting," jelasnya. (cr4/eno) Editor : Editor Content