Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dokter Jelaskan Penyebab Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia

Editor News • Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:10 WIB
Photo
Photo
RADAR JOGJA - Tim medis RS PKU Muhammadiyah Gamping sebut Buya Syafii Maarif sempat alami henti jantung sebelum meninggal dunia. Kondisi ini sempat berlangsung selama kurang lebih 60 menit. Namun tindakan medis berhasil mengatasi kondisi tersebut.

Sayangnya kondisi ini tak berlangsung lama. Pria yang memiliki nama lengkap Ahmad Syafii Maarif ini akhirnya meninggal dunia 10.15 WIB, Jumat (27/5). Penyebabnya adalah serangan jantung. Diakibatkan adanya penyumbatan pembuluh darah jantung.

"Buya sempat mengalami serangan jantung pertama sekitar Maret, lalu pulang. Tanggal 14 Mei masuk lagi. Pagi ini sempat henti jantung, tapi bisa dipicu dan akhirnya meninggal dunia," jelas dokter Spesialis Jantung Pembuluh Darah RS PKU Muhammadiyah Gamping Evita Devi Noor Rahmawati ditemui di RS PKU Muhammadiyah Gamping, Jumat (27/5).

Pasca serangan jantung pertama, tim medis melakukan pemantauan secara intens. Tak sendiri, tapi juga bersama tim medis kepresidenan. Ini sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo.

Tindakan medis atas sumbatan pembuluh darah jantung adl kateterisasi. Hanya tindakan medis ini tak bisa dijalankan. Penyebabnya karena sumbatan di pembuluh darah jantung sudah terlalu tebal.

"Ternyata hasilnya memang pembuluh darah jantungnya ini sudah sulit, sumbatannya terlalu banyak, terlalu keras dan memang sudah sulit untuk dilakukan pemasangan ring ataupun dilakukan suatu operasi bypass," katanya.

Alhasil tindakan taktis adalah pengobatan. Fokusnya memulihkan kondisi kesehatan Buya Syafii Maarif. Tindakan medis ini membuahkan hasil positif.

Evita menuturkan kondisi Buya Syafii Maarif sempat stabil. Bahkan alat bantu pernafasan sudah dilepas. Kondisi inilah yang meyakini kesehatan Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini sempat membaik.

"Sudah merencanakan beliau untuk dipulangkan sebetulnya. Tapi Kamis malam (26/5) Buya Syafii mengeluhkan sesak nafas. Hasil evaluasi tim medis, pasien mengalami serangan jantung ulang dan dilakukan penanganan sesuai prosedur standar," ujarnya.

Kondisi ini berlanjut hingga Jumat pagi (27/5). Buya Syafii Maarif sempat mengalami henti jantung. Tim medis melakukan tindakan resusitasi selama kurang lebih satu jam.

Denyut jantung Buya Syafii kembali usai upaya satu jam penanganan itu. Hanya saja karena kondisi sumbatan yang sudah terlampau berat maka henti jantung kembali terjadi. Selang 40 menit setelahnya masuk ruang ICCU.

"Lalu henti jantung lagi tapi resusitasi kembali kita lakukan, namun pertolongan yang terakhir ini tidak dapat mengembalikan seperti yang awal. Sehingga kami nyatakan meninggal dunia," katanya.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping Ahmad Faesol menuturkan Buya Syafii Maarif masuk rumah sakit 14 Mei 2022. Pihaknya langsung membentuk tim medis khusus. Berisikan gabungan dokter dari RS PKU Muhammadiyah dan koordinasi dengan tim dokter kepresidenan.

Tindakan awal disetujui bahwa Buya Syafii Maarif harus menjalani rawat inap di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Tujuannya agar pemantauan medis lebih optimal. Termasuk tindakan taktis apabila kondisi kesehatan memburuk sewaktu-waktu.

"Alhamdulillah tim terbentuk dan pengawasan berlangsung maksimal. Kita berjalan 13 hari di sini tapi Allah menghendaki untuk yang terbaik beliau pada hari ini dipanggil. Kalau keluhannya itu sesak nafas," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News
#RS PKU Muhammadiyah Gamping #serangan jantung #Penyebab Buya Syafii meninggal dunia