Dirreskrimum Polda DIJ Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, usai kejadian sampai dengan saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya olah TKP. Sejumlah titik terang juga telah ditemukan terkait dengan identitas pelaku. Dia menjelaskan, dugaan awal kelompok pelaku terdiri dari 4 hingga 5 orang yang mengendarai 3 kendaraan. Sejauh ini sebanyak 4 saksi telah diperiksa dan beberapa CCTV juga tengah didalami.
Sementara korban berinisial TIP dan DS, merupakan mahasiswa berusia 20 tahun dan 29 tahun. Satu di antaranya meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit, sementara satu lainnya meninggal usai mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Ada beberapa titik terang yang kami dapatkan terkait penyidikan kasus ini. Kami akan mengejar pelakunya," katanya saat ditemui di Mapolda DIJ, Senin (9/5).
Dia menjelaskan, kejadian tersebut dipicu oleh selisih paham antara kelompok pelaku dan kelompok korban. Sebelumnya, kedua kelompok ini sempat bertemu di persimpangan di sekitar TKP. Kelompok korban diketahui baru saja melakukan acara kumpul-kumpul bersama dengan teman-temannya.
"Mereka datang dari dua arah berbeda. Karena berselisih jalan, tidak mau mengalah, terjadi cek-cok. Hingga terjadi proses kejar mengejar dan proses penganiayaan," jelasnya.
Kedua korban telah dilakukan visum baik luar maupun dalam di RS Bhyangkara Polda DIJ. Pihaknya pun masih menunggu hasil visum tersebut hingga saat ini. Sementara itu, alat yang digunakan untuk melakukan penganiayaan masih dalam proses pencarian.
"Hasil visum luar dan visum dalam belum keluar. Diduga akibat kekerasan sajam. Ada satu luka di dada, dan satu luka di punggung," tambahnya.
Ade mengimbau kepada masyarakat untuk dapat melapor apabila mengetahui kejadian tersebut.
"Mengimbau apabila masyarakat ada yang melihat kejadian ini mohon dapat diinformasukan ke 110. Masyarakat diharap tidak takut memberikan informasi kepada kami," imbaunya. (isa/ila) Editor : Administrator