RADAR JOGJA - Dua tahun puasa akibat pandemi Covid-19, libur lebaran 2022 menjadi berkah tersendiri bagi anggota Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM). Terbukti dengan lonjakan wisatawan memasuki H+1 Idul Fitri. Setidaknya 800 armada habis terpesan dalam sehari.
Ketua AJWLM sisi barat Dardiri menuturkan kunjungan wisata melebihi tahun sebelumnya. Untuk lonjakan wisatawan terjadi pada hari kedua lebaran. Sementara hari pertama justru normal dan tak ada kenaikan signifikan.
"Hari ini sudah mulai bergeliat tentunya. Dalam hal ini karena dua tahun kemarin enggak ada lava tour kita tutup. Nah mudah-mudahan harapan kami khususnya untuk AJWLM ini ramai. Jadi untuk lebaran tahun ini semoga ramai sesuai harapan kita semuanya," jelasnya ditemui saat memantau trek wisata di Kali Kuning Sleman, Selasa (3/5).
Dardiri mengakui bahwa dua tahun sebelumnya kunjungan wisata sepi. Penyebabnya adalah tingginya kasus Covid-19. Alhasil tidak semua keluar untuk operasional wisata.
Untuk libur lebaran, anggota AJWLM mengerahkan 800 armadanya. Bahkan satu armada kendaraan bisa beroperasi sebanyak 3 kali dalam sehari. Mayoritas adalah pemesanan langsung.
"Kebanyakan ini langsung go show. Jadi pesan itu enggak ada karena kan liburan. Semuanya ada, (dari) Surabaya, Jakarta luar kota ada. Wisatawan luar kota gitu," katanya.
Dardiri memprediksi kondisi ini bisa berlangsung hingga 10 hari kedepan. Baik untuk paket wisata matahari terbit maupun reguler. Untuk rute reguler meliputi rute pendek, medium dan rute jauh. Terfokus di sejumlah destinasi wisata Kaliurang hingga Kaliadem.
Jam operasional dimulai 04.00 WIB setiap harinya. Khususnya untuk yang ingin menikmati paket sunrise atau matahari terbit. Paket wisata ini sudah termasuk melihat destinasi wisata dan menjajal trek wisata ekstrem.
"Kemarin kita sudah mempersiapkan untuk AJWLM di Kali Kuning ini jauh-jauh hari kemungkinan membludaknya. Khusus untuk lava tur ini untuk di Kali Kuning biar nanti tidak stuck di Kali kuning, biasanya jam 12.00 ke atas mulai terlihat," ujarnya.
Tarif trek wisata ini beragam. Untuk mini short trip dengan durasi 1,5 jam bertarif Rp. 350 ribu. Tertinggi adalah long trip selama 3 jam. Tarifnya antara Rp. 600 ribu hingga Rp. 800 ribu.
Sebagai antisipasi, pihaknya selalu mengecek kondisi kesiapan armada. Mulai dari mesin hingga kelengkapan lainnya. Termasuk helm yang wajib dipakai oleh para wisatawan Jeep Merapi.
"Sebelum hari H menerima dari dinas terkait antara Polres, Dishub, Dispar, Satpol PP, itu sudah pengecekan armada di masing-masing basecamp. Kami di AJWLM juga selalu pengecekan setiap basecamp kita datengi dan kita cek untuk kesiapan dan persiapan liburan hari raya Idul Fitri ini," katanya.
Ketua AJWLM sisi timur Bambang Sugeng memastikan seluruh komunitas panen rejeki. Ini karena pemesanan armada merata di semua komunitas. Bahkan beberapa sudah melebihi kapasitas.
Lampu hijau mudik lebaran telah dinanti para penggawa wisata kawasan Merapi. Berupa datangnya wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Jogjakarta. Termasuk yang berkunjung ke kawasan Kaliurang dan Kali Kuning.
"Setelah mungkin pintu dari barat istilahnya untuk mudik bisa dibuka dan kesempatan untuk mereka bersilaturahmi akhirnya pada aktivitas jip wisata ini yang sungguh sangat dinanti-nanti, hampir tiga tahun stuck kita," ujarnya.
Wisatawan, lanjutnya, berasal dari sejumlah wilayah. Terbanyak adalah asal Jakarta, menyusul kemudian dari sekitar Jawa Timur. Mayoritas adalah wisatawan keluarga yang datang dengan kendaraan pribadi.
"Sehari prediksi bisa 800 armada, lalu satu armada bisa 3 sampai 4 kali. Tinggal dikalikan saja itu sehari bisa sampai berapa operasionalnya," katanya.
Meski terjadi lonjakan, pihaknya tetap disiplin protokol kesehatan Covid-19. Berupa disinfeksi sesaat sebelum dan sesudah operasional. Tentunya dibantu dari Satgas Covid-19 setiap Kalurahan.
Antisipasi lain adalah status Siaga Gunung Merapi. Setiap pengemudi sudah dibekali pengetahuan tentang mitigasi bencana. Berupa wajib memarkirkan kendaraan mengahadap selatan saat berada di kawasan bungker Kaliadem Cangkringan.
"Pertama untuk parkir harus dekat dengan pintu keluar, berhadap ke arah paling aman, untuk mitigasi bisa mengurangi segala risiko itu. Lalu durasi dipersingkat. Itu pesan dari BPBD untuk menyikapi status Merapi ini," ujarnya. (Dwi)
Editor : Editor News