Kanit Reskrim Polsek Godean AKP Bowo Susilo menuturkan Sunaryo mengendarai Honda Super Cup AB 5501 RH. Saat itu melintas di pintu perlintasan. Diduga tak melihat kondisi sehingga akhirnya menemper KA Kertanegara yang kebetulan melintas.
"Kejadiannya itu jam 14.45 WIB, setelah masinis melapor ke stasiun terdekat. Setelah dicek ternyata ada korban dan motornya yang tergeletak di lokasi. Setelahnya langsung lapor Polsek Godean," jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (23/3).
Dari hasil pemeriksaan awal, Sunaryo mengalami luka di sejumlah tubuhnya. Terutama luka pada pergelangan kaki kiri putus dan bagian kepala sebelah kiri luka berat. Selanjutnya korban di bawa ke RS. Bayangkara Polda DIJ oleh petugas PMI Kabupaten Sleman.
"Korban melintas perlintasan kereta tanpa palang pintu, kemudian tertabrak kereta yang melintas dari arah timur. Memang rawan laka kereta karena tidak ada palang pintunya," katanya.
Manager Humas PT. KAI Daop 6 Supriyanto membenarkan adanya laporan kecelakaan. Masinis KA Kertanegara, lanjutnya, melaporkan kejadian tertemper sepeda motor di KM 535+4/5. Tepatnya petak jalan antara Stasiun Patukan hingga Stasiun Rewulu.
Berdasarkan catatan masinis, kejadian berlangsung 14.53 WIB. Tindakan setelahnya adalah pemeriksaan oleh petugas keamanan stasiun terdekat. Setelahnya KA Kertanegara berhenti luar biasa di Stasiun Rewulu guna pengecekan dan membuat membuat laporan kejadian.
"Pada pukul 15.04 WIB korban sudah dievakuasi oleh warga sekitar. Dan selanjutnya korban dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Masinis KA Kertanegara, lanjutnya, juga memeriksa kondisi kereta. Hasilnya ada kerusakan pada bagian karet selang ABS. Hanya saja perjalanan tetap bisa lanjut usai pemeriksaan.
"Jam 15.09 WIB hasil pengecekan masinis KA Kertanegara, kerusakaan karet selang ABS pecah, namun masih aman dan bisa melanjutkan perjalanan. KA Kertanegara berangkat dari stasiun Rewulu dan mengalami kelambatan 10 menit," katanya.
Supriyanto mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan waspada. Terutama saat akan melintasi perlintasan kereta api. Untuk memastikan tidak ada kereta saat melintas perlintasan.
Dia memastikan masinis sudah memberikan peringatan. Berupa semboyan terompet lokomotif. Namun diduga jarak yang sudah terlalu dekat tak bisa menghindari terjadinya kecelakaan.
"Masinis selalu memberikan semboyan terompet lokomotif. Perlintasan itu hanya bisa roda dua. Akan kami evaluasi dan koordinasi kan dengan pemerintah daerah setempat untuk ditutup," ujarnya. (Dwi) Editor : Editor News